Assalamualaikum, Saya baru saja mendengarkan keluhan dari sepupu saya tentang pengalaman pertamanya yang tidak mengenakkan di sebuah cabang bank Syariah di Saharjo, Tebet. Saya memang sengaja memintanya untuk datang ke bank tersebut dengan dalih menitipkan pertanyaan untuk beberapa fasilitas bank tersebut berhubung dekat dengan tempat kerjanya. Alasan saya adalah supaya dia juga mulai belajar mengenai bank syariah dan mungkin akan merasa tertarik untuk beralih ke bank syariah. Namun yang saya dengar darinya benar2 di luar dugaan.
Dia datang ke cabang tersebut selepas Solat Jumat, dan langsung disuruh menunggu oleh security yang sedang bertugas untuk dipanggil ke Customer Service. Namun setelah tiga orang berikutnya 'nyelak', baru dia sadar bahwa untuk mengantri harus mengambil nomor antrian, dan hal tersebut tidak diungkapkan sebelumnya. Setelah lama mengantri, akhirnya dia bertemu dengan CS yang bernama Dila. Namun, sungguh mengecewakan karena Dila menolak untuk menjawab pertanyaan2 titipan saya dengan alasan banyak customer sehingga dia menyuruh sepupu saya untuk membuka website bank tersebut langsung karena menurut Dila jawaban2 atas pertanyaan tersebut sudah ada di website. Sebagai informasi, saya sengaja menitipkan pertanyaan tersebut juga untuk menambah pengetahuan saya atas fasilitas bank SETELAH saya mengunjungi website-nya. Sebagai contoh, ada pertanyaan mengenai penjualan kembali obligasi (di pasar sekunder) yang ditawarkan bank tersebut dan pertanyaan mengenai jaminan untuk pinjaman studi/pendidikan dan apakah pinjaman tersebut bisa digunakan untuk studi di luar negeri. Tiga tahun yang lalu saya pernah menjadi nasabah bank tersebut dan ternyata sampai saat ini belum ada perubahan dari segi servis. Hal ini sangat berbeda dengan cabang syariah dari bank asing di mana saya masih menjadi nasabahnya. Mungkin hal ini bisa menjelaskan mengapa aset bank syariah masih saja tertahan di level kurang dari 3% aset perbankan nasional. Dan mungkin saja akhirnya akan menembus level 5% setelah semakin banyak bank2 asing masuk dengan divisi syariahnya di tanah air. Wallahualam, Yoga Prakasa
