Ass. Wr Wb

 

Sekedar membantu dan supaya bisa menjadi tabayun , jika tidak bisa bertemu
dengan Kepala Cabang atau Manajer Operasional nya, ada baiknya keluhan
langsung disampaikan ke CallBSM 52997755, supaya tidak menjadi fitnah dan
menjadi evaluasi bagi Bank Syariah Mandiri. Melayani itu seringkali memang
menjadi pekerjaan paling sulit, karena ukurannya adalah kepuasan. Namun
Insya Allah apabila ada masukan maka  akan menjadi evaluasi yang baik bagi
Bank Syariah Mandiri

 

Salam


Dedi Wibowo

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of faisol muhammad
Sent: Saturday, January 31, 2009 12:14 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Pelayanan Bank Syariah masih sangat kurang

 


Barangkali judulnya lebih pas:

"Pelayanan Mb Dila/CS  Bank Syariah (namanya apa cabang atau kantor kas) di
Saharjo masih kurang bagi sepupu saya"

 

Dan, keluhan itu disampaikan ke atasan mb Dila. Kayaknya dengan begitu lebih
baik dan pedoman saling mengingatkan di QS Al 'Asr akan enak kita jalani.

 

 

salam,

 

 

faisol muhammad

--- On Fri, 1/30/09, Yoga Prakasa <[email protected]> wrote:

From: Yoga Prakasa <[email protected]>
Subject: [ekonomi-syariah] Pelayanan Bank Syariah masih sangat kurang
To: [email protected]
Date: Friday, January 30, 2009, 2:48 AM

Assalamualaikum,

Saya baru saja mendengarkan keluhan dari sepupu saya tentang
pengalaman pertamanya yang tidak mengenakkan di sebuah cabang bank
Syariah di Saharjo, Tebet. Saya memang sengaja memintanya untuk datang
ke bank tersebut dengan dalih menitipkan pertanyaan untuk beberapa
fasilitas bank tersebut berhubung dekat dengan tempat kerjanya. Alasan
saya adalah supaya dia juga mulai belajar mengenai bank syariah dan
mungkin akan merasa tertarik untuk beralih ke bank syariah. Namun yang
saya dengar darinya benar2 di luar dugaan.

Dia datang ke cabang tersebut selepas Solat Jumat, dan langsung
disuruh menunggu oleh security yang sedang bertugas untuk dipanggil ke
Customer Service. Namun setelah tiga orang berikutnya 'nyelak', baru
dia sadar bahwa untuk mengantri harus mengambil nomor antrian, dan hal
tersebut tidak diungkapkan sebelumnya. Setelah lama mengantri,
akhirnya dia bertemu dengan CS yang bernama Dila. Namun, sungguh
mengecewakan karena Dila menolak untuk menjawab pertanyaan2 titipan
saya dengan alasan banyak customer sehingga dia menyuruh sepupu saya
untuk membuka website bank tersebut langsung karena menurut Dila
jawaban2 atas pertanyaan tersebut sudah ada di website.

Sebagai informasi, saya sengaja menitipkan pertanyaan tersebut juga
untuk menambah pengetahuan saya atas fasilitas bank SETELAH saya
mengunjungi website-nya. Sebagai contoh, ada pertanyaan mengenai
penjualan kembali obligasi (di pasar sekunder) yang ditawarkan bank
tersebut dan pertanyaan mengenai jaminan untuk pinjaman
studi/pendidikan dan apakah pinjaman tersebut bisa digunakan untuk
studi di luar negeri.

Tiga tahun yang lalu saya pernah menjadi nasabah bank tersebut dan
ternyata sampai saat ini belum ada perubahan dari segi servis. Hal ini
sangat berbeda dengan cabang syariah dari bank asing di mana saya
masih menjadi nasabahnya. Mungkin hal ini bisa menjelaskan mengapa
aset bank syariah masih saja tertahan di level kurang dari 3% aset
perbankan nasional. Dan mungkin saja akhirnya akan menembus level 5%
setelah semakin banyak bank2 asing masuk dengan divisi syariahnya di
tanah air.

Wallahualam,
Yoga Prakasa

 

 

Kirim email ke