Salam Mas Dedi,

Terima kasih telah memberikan informasi untuk penyaluran saran saya.
Saya sudah menelpon nomor yang diberikan mas Dedi dan tidak hanya
keluhan saya didengar, namun pertanyaan2 saya juga dijawab dengan baik
oleh Call Center CS yang bernama Mas Febi. Setidaknya sekarang
pertanyaan saya 95% terjawab, namun sayangnya sepupu saya jadi tidak
bisa mengenal langsung dunia perbankan syariah. Saya bermaksud untuk
mengajaknya ke Festival Ekonomi Syariah sehingga masih ada harapan
(mungkin) baginya untuk mau mengenal sistem ini.

Saya harap pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa
ekonomi syariah masih asing bagi kalangan awam. Dan sudah menjadi
tugas bagi para pelaku dan pemerhati ekonomi syariah untuk terus
melakukan edukasi bagi masyarakat di mana CS perbankan menjadi salah
satu garda depan yang mengemban tugas tersebut. Sehingga potential
maupun existing customers dapat merasakan manfaat dari ekonomi syariah
dalam cakupan yang lebih luas.

Wallahualam,
Yoga Prakasa

--- In [email protected], "Dedi Wibowo" <d...@...> wrote:
>
> Ass. Wr Wb
> 
>  
> 
> Sekedar membantu dan supaya bisa menjadi tabayun , jika tidak bisa
bertemu
> dengan Kepala Cabang atau Manajer Operasional nya, ada baiknya keluhan
> langsung disampaikan ke CallBSM 52997755, supaya tidak menjadi
fitnah dan
> menjadi evaluasi bagi Bank Syariah Mandiri. Melayani itu seringkali
memang
> menjadi pekerjaan paling sulit, karena ukurannya adalah kepuasan. Namun
> Insya Allah apabila ada masukan maka  akan menjadi evaluasi yang
baik bagi
> Bank Syariah Mandiri
> 
>  
> 
> Salam
> 
> 
> Dedi Wibowo
> 
>  
> 
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of faisol muhammad
> Sent: Saturday, January 31, 2009 12:14 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [ekonomi-syariah] Pelayanan Bank Syariah masih sangat
kurang
> 
>  
> 
> 
> Barangkali judulnya lebih pas:
> 
> "Pelayanan Mb Dila/CS  Bank Syariah (namanya apa cabang atau kantor
kas) di
> Saharjo masih kurang bagi sepupu saya"
> 
>  
> 
> Dan, keluhan itu disampaikan ke atasan mb Dila. Kayaknya dengan
begitu lebih
> baik dan pedoman saling mengingatkan di QS Al 'Asr akan enak kita
jalani.
> 
>  
> 
>  
> 
> salam,
> 
>  
> 
>  
> 
> faisol muhammad
> 
> --- On Fri, 1/30/09, Yoga Prakasa <y...@...> wrote:
> 
> From: Yoga Prakasa <y...@...>
> Subject: [ekonomi-syariah] Pelayanan Bank Syariah masih sangat kurang
> To: [email protected]
> Date: Friday, January 30, 2009, 2:48 AM
> 
> Assalamualaikum,
> 
> Saya baru saja mendengarkan keluhan dari sepupu saya tentang
> pengalaman pertamanya yang tidak mengenakkan di sebuah cabang bank
> Syariah di Saharjo, Tebet. Saya memang sengaja memintanya untuk datang
> ke bank tersebut dengan dalih menitipkan pertanyaan untuk beberapa
> fasilitas bank tersebut berhubung dekat dengan tempat kerjanya. Alasan
> saya adalah supaya dia juga mulai belajar mengenai bank syariah dan
> mungkin akan merasa tertarik untuk beralih ke bank syariah. Namun yang
> saya dengar darinya benar2 di luar dugaan.
> 
> Dia datang ke cabang tersebut selepas Solat Jumat, dan langsung
> disuruh menunggu oleh security yang sedang bertugas untuk dipanggil ke
> Customer Service. Namun setelah tiga orang berikutnya 'nyelak', baru
> dia sadar bahwa untuk mengantri harus mengambil nomor antrian, dan hal
> tersebut tidak diungkapkan sebelumnya. Setelah lama mengantri,
> akhirnya dia bertemu dengan CS yang bernama Dila. Namun, sungguh
> mengecewakan karena Dila menolak untuk menjawab pertanyaan2 titipan
> saya dengan alasan banyak customer sehingga dia menyuruh sepupu saya
> untuk membuka website bank tersebut langsung karena menurut Dila
> jawaban2 atas pertanyaan tersebut sudah ada di website.
> 
> Sebagai informasi, saya sengaja menitipkan pertanyaan tersebut juga
> untuk menambah pengetahuan saya atas fasilitas bank SETELAH saya
> mengunjungi website-nya. Sebagai contoh, ada pertanyaan mengenai
> penjualan kembali obligasi (di pasar sekunder) yang ditawarkan bank
> tersebut dan pertanyaan mengenai jaminan untuk pinjaman
> studi/pendidikan dan apakah pinjaman tersebut bisa digunakan untuk
> studi di luar negeri.
> 
> Tiga tahun yang lalu saya pernah menjadi nasabah bank tersebut dan
> ternyata sampai saat ini belum ada perubahan dari segi servis. Hal ini
> sangat berbeda dengan cabang syariah dari bank asing di mana saya
> masih menjadi nasabahnya. Mungkin hal ini bisa menjelaskan mengapa
> aset bank syariah masih saja tertahan di level kurang dari 3% aset
> perbankan nasional. Dan mungkin saja akhirnya akan menembus level 5%
> setelah semakin banyak bank2 asing masuk dengan divisi syariahnya di
> tanah air.
> 
> Wallahualam,
> Yoga Prakasa
>


Kirim email ke