Salam Pak Merza, Terima kasih atas usahanya untuk mengklarifikasi keluhan saya, saya sangat menghargai langkah proaktif dari Bapak, dan pimpinan cabang Pak Ishak yang menghubungi saya langsung untuk klarifikasi. Tujuan saya untuk menyampaikan keluhan di forum ini adalah untuk pembahasan dalam kalangan terbatas karena anggota milis adalah pelaku dan pemerhati ekonomi syariah sehingga mempunyai perhatian khusus dibandingkan masyarakat luas. Saya telah mendapatkan jawaban atas 12 pertanyaan saya yang oleh Mas Febi berhasil dijawab dalam waktu kurang dari 20 menit, dan sepupu saya pun sudah bersedia untuk saya ajak ke Festival Ekonomi syariah sehingga dari sisi saya masalah sudah terselesaikan jadi tidak perlu diperpanjang. Ada pun demi keseimbangan informasi, sudah saya konfirmasikan kembali dengan sepupu saya dan dia tidak mendapat tawaran untuk meninggalkan pertanyaan tersebut, malahan dia yang menawarkan untuk mendapatkan jawaban via email tetapi langsung "disarankan" oleh mba Dila untuk langsung mengunjungi website saja.
Menarik memang pengalaman ini, dan terbukti ada anggota milis yang angkat bicara dalam menyuarakan keluhan terhadap bank syariah. Jadi sebenarnya ada hal-hal lain yang terjadi di lapangan yang tidak termonitor karena keengganan untuk melaporkan hal tersebut, yang sebenarnya dapat menjadi langkah perbaikan. Mungkin bisa menjadi tinjauan bersama bahwa pembahasan di level akademis dan praktik di lapangan harus berjalan seimbang, karena bisnis ekonomi syariah di Negara kita pada saat ini lebih menyasar pada pasar ritel sehingga pertumbuhan volume bisnis tetap menjadi kunci pertumbuhan. Dan untuk industri "baru" seperti ekonomi syariah yang masih asing di kalangan awam, edukasi publik menjadi tanggung jawab bersama bagi pelaku dan pemerhati. Tentunya kita tidak ingin apa yang sudah kita coba lakukan untuk mendukung perkembangan industri ini menjadi ternafikan di lapangan, bukan? Wassalam, Yoga Prakasa --- In [email protected], Merza Gamal <merzaga...@...> wrote: > > Assalamu'alaikum Wr. Wb. > > Demi keseimbangan informasi bagi anggota millis Ekonomi Syariah berkaitan dengan hal yang disampaikan oleh Bapak Yoga Prayoga. Hal yang terjadi saat itu adalah sepupu Bapak Yoga Prayoga datang kepada CS dengan membawa 2 lembar pertanyaan yang diketik rapi dalam kertas kwarto, pertanyaan mengenai produk-produk pendanaan, produk-produk pembiayaan, akad -akad dalam bank syariah, dan pertanyaan-pertanyaan lain mengenai perbankan syariah. > CS yang bertugas bukan tidak mau menjawab tapi bisa Bapak Yoga bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ada sekitar 15-20 pertanyaan yang tidak memungkinkan untuk dijawab saat itu juga. Melihat BANYAKNYA PERTANYAAN DAN BANYAKNYA nasabah yang sedang antri juga ke CS, akhirnya CS menawarkan untuk meninggalkan daftar pertanyaan tersebut untuk kemudian akan dijawab secara tertulis, tetapi saudara Bapak Yoga TIDAK MAU. > Alternatif lain, CS juga menyarankan untuk melihat website BANK SYARIAH MANDIRI karena dalam website tersebut sedikit banyak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan. > > Demikian konfirmasi yang saya peroleh, semoga dapat dipahami bersama. Memang sebuah pengalaman yang unik di lapangan pengembangan bank syariah yang saya ikuti selama 8 tahun terakhir. > > Terlampir keterangan langsung dari Customer Service Officer BSM KC Saharjo dan keterangan langsung dari CS yang bertugas menemui saudara Bapak Yoga saat kejadian tersebut. > > Wassalam > Merza Gamal > (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami yg sedang bertugas di Litbag BSM) > ---------------------------------------------------- > > Assalamu'alaikum wr.wb. > Saya Muhamad Achadin selaku Customer Service Officer BSM Cabang Saharjo meminta maaf sebesar-besarnya atas tindakan yang kurang menyenangkan yang dialami oleh rekan Bapak. Untuk itu kami akan melakukan perbaikan kearah yang lebih baik. > > Terima kasih kepada rekan-rekan telah memberikan tanggapan. > Namun perlu diketahui, kondisi pada saat itu, security yang menjaga adalah dari pihak kepolisian. Selain itu apabila rekan kami (dalam hal ini Sdri. Dilla) tidak membantu nasabah dalam pengisian daftar pertanyaan yang diajukan tentang perbankan syariah, hal ini lebih disebabkan karena pada saat itu kondisi banking hall ramai nasabah, dan daftar pertanyaan yang diajukan cukuplah banyak dan bisa dikatakan menyita waktu. Oleh karena itu Sdri. Dilla membantu memberikan solusi atas kejadian tersebut dengan menyarankan kepada Ybs. untuk meninggalkan daftar pertanyaan tersebut agar dapat diisi setelah jam operasional, namun oleh Ybs ditolak. Kemudian disarankan kembali untuk membuka web site BSM. > > Akan tetapi, kami terkejut atas reaksi dari saran rekan kami. Karena apa yang telah dilakukan rekan kami sudah merupakan solusi, terlepas dari update atau tidaknya web site BSM, tapi kami yakin bahwa web site BSM selalu termonitor dan ter-update. > > Kami menyadari sepenuhnya bahwa tugas kami sebagai insan BSM adalah lebih kearah memasyarakatkan syariah sebelum mensyariahkan masyarakat. Untuk itu sekali lagi kami mohon maaf sebesar-besarnya. > > Demikian kami sampaikan.Terima kasih. > Wassalam. > Muhamad Achadin > (CSO BSM KC Saharjo) > > -------------------------------------------------------------------------------- > Assalamu'alaikum wr.wb. > Mengkonfirmasi kembali berita diforum (berasal dari Millis Ekonomi Syariah) mengenai complain nasabah. Hari Jum'at itu memang datang nasabah ke bsm cab.saharjo ba'da sholat Jum'at dan memang saya yang melayani. Nasabah tersebut datang dengan membawa 2 (dua) lembar pertanyaan yang diketik rapi dalam kertas kwarto, pertanyaan mengenai produk-produk pendanaan, produk-produk pembiayaan, akad -akad dalam bank syariah, dan pertanyaan-pertanyaan lain mengenai perbakan syariah. Bukan saya tidak mau menjawab tapi bisa bapak bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Ada sekitar 15-20 pertanyaan yang saya pikir tidak memungkinkan untuk dijawab saat itu juga. Melihat BANYAKNYA PERTANYAAN DAN BANYAKNYA nasabah yang sedang antri juga ke CS, akhirnya saya menawarkan untuk meninggalkan daftar pertanyaan terbebut untuk kemudian kami jawab, tetapi nasabah TIDAK MAU. > Alternatif lain saya juga menyarankan untuk melihat website BANK SYARIAH MANDIRI karena dalam website tersebut sedikit banyak dapat menjawab pertanyaan nasabah. > Demikian konfirmasi dari saya,semoga dapat dipahami. Terima kasih. > > Wassalamu'alaikum wr wb. > Zilfadhila Farianus (Dilla) > (CS BSM KC Saharjo) > ---------------------------------------------------------------------------------- > > --- On Mon, 2/2/09, Yoga Prakasa <y...@...> wrote: > > From: Yoga Prakasa <y...@...> > Subject: [ekonomi-syariah] Re: Pelayanan Bank Syariah masih sangat kurang > To: [email protected] > Date: Monday, February 2, 2009, 10:03 AM > > > > > > > Salam Mas Dedi, > > Terima kasih telah memberikan informasi untuk penyaluran saran saya. > Saya sudah menelpon nomor yang diberikan mas Dedi dan tidak hanya > keluhan saya didengar, namun pertanyaan2 saya juga dijawab dengan baik > oleh Call Center CS yang bernama Mas Febi. Setidaknya sekarang > pertanyaan saya 95% terjawab, namun sayangnya sepupu saya jadi tidak > bisa mengenal langsung dunia perbankan syariah. Saya bermaksud untuk > mengajaknya ke Festival Ekonomi Syariah sehingga masih ada harapan > (mungkin) baginya untuk mau mengenal sistem ini. > > Saya harap pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa > ekonomi syariah masih asing bagi kalangan awam. Dan sudah menjadi > tugas bagi para pelaku dan pemerhati ekonomi syariah untuk terus > melakukan edukasi bagi masyarakat di mana CS perbankan menjadi salah > satu garda depan yang mengemban tugas tersebut. Sehingga potential > maupun existing customers dapat merasakan manfaat dari ekonomi syariah > dalam cakupan yang lebih luas. > > Wallahualam, > Yoga Prakasa > > --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, "Dedi Wibowo" <dedi@> wrote: > > > > Ass. Wr Wb > > > > > > > > Sekedar membantu dan supaya bisa menjadi tabayun , jika tidak bisa > bertemu > > dengan Kepala Cabang atau Manajer Operasional nya, ada baiknya keluhan > > langsung disampaikan ke CallBSM 52997755, supaya tidak menjadi > fitnah dan > > menjadi evaluasi bagi Bank Syariah Mandiri. Melayani itu seringkali > memang > > menjadi pekerjaan paling sulit, karena ukurannya adalah kepuasan. Namun > > Insya Allah apabila ada masukan maka akan menjadi evaluasi yang > baik bagi > > Bank Syariah Mandiri > > > > > > > > Salam > > > > > > Dedi Wibowo > > > > > > > > From: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > > [mailto:ekonomi-syariah@ yahoogroups. com] On Behalf Of faisol muhammad > > Sent: Saturday, January 31, 2009 12:14 PM > > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > > Subject: Re: [ekonomi-syariah] Pelayanan Bank Syariah masih sangat > kurang > > > > > > > > > > Barangkali judulnya lebih pas: > > > > "Pelayanan Mb Dila/CS Bank Syariah (namanya apa cabang atau kantor > kas) di > > Saharjo masih kurang bagi sepupu saya" > > > > > > > > Dan, keluhan itu disampaikan ke atasan mb Dila. Kayaknya dengan > begitu lebih > > baik dan pedoman saling mengingatkan di QS Al 'Asr akan enak kita > jalani. > > > > > > > > > > > > salam, > > > > > > > > > > > > faisol muhammad > > > > --- On Fri, 1/30/09, Yoga Prakasa <yoga@> wrote: > > > > From: Yoga Prakasa <yoga@> > > Subject: [ekonomi-syariah] Pelayanan Bank Syariah masih sangat kurang > > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > > Date: Friday, January 30, 2009, 2:48 AM > > > > Assalamualaikum, > > > > Saya baru saja mendengarkan keluhan dari sepupu saya tentang > > pengalaman pertamanya yang tidak mengenakkan di sebuah cabang bank > > Syariah di Saharjo, Tebet. Saya memang sengaja memintanya untuk datang > > ke bank tersebut dengan dalih menitipkan pertanyaan untuk beberapa > > fasilitas bank tersebut berhubung dekat dengan tempat kerjanya. Alasan > > saya adalah supaya dia juga mulai belajar mengenai bank syariah dan > > mungkin akan merasa tertarik untuk beralih ke bank syariah. Namun yang > > saya dengar darinya benar2 di luar dugaan. > > > > Dia datang ke cabang tersebut selepas Solat Jumat, dan langsung > > disuruh menunggu oleh security yang sedang bertugas untuk dipanggil ke > > Customer Service. Namun setelah tiga orang berikutnya 'nyelak', baru > > dia sadar bahwa untuk mengantri harus mengambil nomor antrian, dan hal > > tersebut tidak diungkapkan sebelumnya. Setelah lama mengantri, > > akhirnya dia bertemu dengan CS yang bernama Dila. Namun, sungguh > > mengecewakan karena Dila menolak untuk menjawab pertanyaan2 titipan > > saya dengan alasan banyak customer sehingga dia menyuruh sepupu saya > > untuk membuka website bank tersebut langsung karena menurut Dila > > jawaban2 atas pertanyaan tersebut sudah ada di website. > > > > Sebagai informasi, saya sengaja menitipkan pertanyaan tersebut juga > > untuk menambah pengetahuan saya atas fasilitas bank SETELAH saya > > mengunjungi website-nya. Sebagai contoh, ada pertanyaan mengenai > > penjualan kembali obligasi (di pasar sekunder) yang ditawarkan bank > > tersebut dan pertanyaan mengenai jaminan untuk pinjaman > > studi/pendidikan dan apakah pinjaman tersebut bisa digunakan untuk > > studi di luar negeri. > > > > Tiga tahun yang lalu saya pernah menjadi nasabah bank tersebut dan > > ternyata sampai saat ini belum ada perubahan dari segi servis. Hal ini > > sangat berbeda dengan cabang syariah dari bank asing di mana saya > > masih menjadi nasabahnya. Mungkin hal ini bisa menjelaskan mengapa > > aset bank syariah masih saja tertahan di level kurang dari 3% aset > > perbankan nasional. Dan mungkin saja akhirnya akan menembus level 5% > > setelah semakin banyak bank2 asing masuk dengan divisi syariahnya di > > tanah air. > > > > Wallahualam, > > Yoga Prakasa > > >
