Salaam'alaik everyone. Ini adalah keterangan pribadi saya yang kebetulan anggota DSN-MUI (jadi ini bukan press release DSN-MUI). DBS/DFI datang ke DSN-MUI atas undangan DSN-MUI untuk diklarifikasi, bukan untuk dimulainnya proses sertifikasi yang biasanya dimulai dengan presentasi perusahaan dan kegiatan usahanya. Pandangan pribadi saya yang sudah saya share juga dalam sesi klarifikasi tersebut a.l.: DBS/DFI belum syariah dan dalam beberapa press releasenya di jaringan website resmi mereka maupun jaringan website terkait DBS/DFI lainnya terjadi misinformasi kepada anggota yang mengatakan mereka sudah akan syariah di akhir 2008/awal 2009 yang copy-nya sudah saya sampaikan ke mereka di rapat. Misinformasi ini kesalahan mereka yang pertama. DBS/DFI dalam beberapa komunikasinya melalui para leadersnya melakukan misselling bahwa MLM ini sudah syariah dengan bergabungnnya AA Gym sebagai komisaris yang juga salah satu figur utama dalam jaringan yang disinyalir menjadi salah satu penerima referral fee (bukan transactional fee) yang fantastis. Dalam beberapa kesempatan dikatakan juga Syafii Antonio yang pakar syariah menjadi konsultan syariah mereka. Figur-figur ini dijadikan 'tameng' dalam misselling mereka sebagai yang katanya MLM syariah. MLM syariah harus menciptakan keseimbangan antara transactional fee (penjualan langsung) dan referral fee (member get member). Jadi AA Gym yang ditonjolkan menerima referral fee besar sesungguhnya sangat tidak syariah mengingat transactional fee (penjualan langsung) beliau seakan sama sekali tidak ada dan dalam MLM ini tidak penting. Harusnya ada minimum transactional fee bagi seorang member untuk memperoleh referral fee, jadi member DBS memang berkontribuasi langsung dalam penjualan langsung produknya. Ini adalah kesalahan yang berikutnya di mana cara sosialisasinya mengarahkan kepada money game yang tidak syariah. Saya tidak mengatakan mereka tidak bisa menjadi MLM syariah. Mereka bisa menjadi MLM syariah dengan beberapa perubahan mendasar. Dan proses sertifikasi belum dimulai karena mereka belum presentasi dan belum ditinjau oleh tim review, serta belum melakukan perubahan berarti atas kritik2 anggota DSN MUI setelah sesi klarifikasi. Mereka harus memperbaiki misinformasi dan misselling mereka dengan pernyataan klarifikasi dan memperbaiki hal-hal mendasar dalam sistem dan cara sosialisasi mereka. Itu yang harus jadi hal-hal utama dalam presentasi mereka berikutnya dan bukan hanya lip service. MGY
--- On Tue, 5/12/09, Rakhmi <[email protected]> wrote: From: Rakhmi <[email protected]> Subject: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal ?(kembalikan ke Asholah Aja) To: [email protected] Date: Tuesday, May 12, 2009, 8:16 AM Assalaamu'alaikum wr wb. Alhamdulillah sudah ada pernyataan yang jelas mengenai DBS ini walaupun sifatnya sementara. Saya sudah cukup resah karena sejak awal tahun kemarin banyak yang bertanya via blog atau forum, terkait apakah DBS ini scam atau tidak. Begitu pula sewaktu sempat membahas bisnis2 penipuan di radio, ada yang meminta klarifikasi DBS ini. Namun, karena menyangkut syariah dan berbadan hukum, saya belum berani berkomentar banyak sebelum mendapat kejelasan terutama dari DSN MUI (Fur P Gunawan Yasni, ini bisnis MLM yang beberapa bulan lalu pernah saya tanyakan kehalalannya Pak). Kemarin ini sempat diprospek langsung oleh member DBS. Yang paling membuat kening saya berkerut adalah penjualan hak usaha berikutnya yang bernilai 150rb (CMIIW). Karena penjualan tersebut termasuk yang disarankan dengan alasan keseimbangan kaki. Dari penjelasan member, penambahan hak usaha ini hanya menambah titik tanpa menambah fasilitas yang diberikan layaknya pendaftar baru (nilai asuransi tidak bertambah, dst). Semoga kegiatan DBS ini bisa segera diklarifikasi ke publik. Oya, kepada P Syakir, bolehkah saya mengutip pernyataan sementara dari MES ini untuk dibuat tulisan di Blog dan Forum? Begitu juga pernyataan pribadi P Yasni? Terimakasih, Wassalaamu'alaikum wr wb Rakhmi Permatasari --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Hadry Harahap <hadry_harahap@ ...> wrote: > > > > --- Pada Sel, 5/5/09, muhammad syakir sula <syakirsula_ l...@...> menulis: > > Dari: muhammad syakir sula <syakirsula_ l...@...> > Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal > ?(kembalikan ke Asholah Aja) > Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > Tanggal: Selasa, 5 Mei, 2009, 3:55 AM > > > > > > > > > > > > > > > > > > askum, Tambahan info MLM - DBS: > Sekitar tiga bulan belakangan sy secara terus menerus dikontak oleh kawan2 > dari MLM -DBS unt diajak bergabung. Sambil menyebut sejumlah tokoh, ulama dan > teman2, baik akademisi ekonomi syariah maupun praktisi ekonomi syariah. > Karena nama2 senior dan sahabat2 saya yang disebutkan sy tau "core"nya tidak > mendalami MLM, saya sarankan MLM yang bersangkutan menemui saya sebagai > sekjen mes. Sy minta yg datang direksinya yg di Bandung, biar skalian > silaturahmi dgn komunitas mes. Tujuan sy skalian berdiskusi, dan mengarahkan > mereka supaya bisnisnya benar2 syariah dan jgn membawa-bawa nama ulama dan > tokoh2 ekonomi syariah sebelum bisnis itu benar2 sesuai syariah. Stelah > diskusi dengan saya baru sy akan arahkan ke DSN MUI sebagai lembaga yg > mempunyai otoritas memberi sertifikasi syariah. Tapi ternyata mereka tak > kunjung kontak saya lagi { saya fikir lebih baik MES menyarankan kepada > DSN/MUI untuk menyurati lembaga tersebut untuk mengklarifikasikan perihal > kaitan > bisnisnya yaitu " apakah telah memenuhi ketentuan Syariah atau Syariah > Compliant atau belum " . Perihal surat dari DSN/MUI tersebut sudah barang > tentu harus ada batas waktunya dan bilamana tidak ada respon dari lembaga > tersebut maka langkah yang bijak adalah MENGUMUMKAN KEPADA UMMAT BAHWA BISNIS > TERSEBUT TIDAK SYARIAH COMPLIANT } . > Sekitar 3 minggu yg lalu ustadz Yusuf Mansyur pun mulai di ajak. Ustadz YM > sms ke sy menanyakan apakah MLM ini benar2 sdh sesuai syariah. Karena sdh > menyebar kemana2 terutama ke para ustadz dan tokoh2 masyarakat dan > membawa-bawa nama syariah, akhirnya sy kirim sms ke semua nama2 di atas. > isinya kira2 .... "1. Bahwa MLM tersebut belum dikenal di MES, 2. Bahwa MLM > tersebut blum pernah datang presentasi di DSN-MUI, 3. Menghimbau direksi ato > member MLM tersebut unt tdk menggunakan nama mlm syariah dan tidak membawa > nama2 tokoh syariah dalam merekrut member. 4. Agar segera datang ke DSN MUI > unt mempresentasikan produknya." ... SMS sy di tanggapi beragam, ada yg > kaget, ada yg berencana menghadap pak kyai ma'ruf, ada yg bingung krn sdh > telanjur masuk dan ngajak org lain, ada juga yg minta mes dan dsn segera > panggil MLM ybs .... sampai akhirnya sy mendapat forward sms ustadz Arifin > Ilham yg cukup resah dgn adanya MLM ini, trutama terkait jamaahnya yg > tukang ojek dll yg komplen ke ustadz. Kesimpulan: Mari kita sama-sama > mengembangkan ekonomi syariah, bagi teman2 yg punya semangat berbisnis secara > syariah segeralah berdiskusi dengan institusi DSN MUI agar dapat dibantu. > Mkasih. muhammad syakir sula > > > > --- Pada Sab, 2/5/09, Gunawan Yasni <mgya...@yahoo. com> menulis: > > Dari: Gunawan Yasni <mgya...@yahoo. com> > Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal > ?(kembalikan ke Asholah Aja) > Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > Tanggal: Sabtu, 2 Mei, 2009, 11:45 AM > > > > > > > > > > > Salaam'alaik everyone. Member DBS dari majelis Adz Dzikra telah datang > mengadu ke DSN MUI secara lisan menurut sumber terpercaya. Untuk sementara > kesimpulannya saya adalah: > > DBS / DFI mengklaim bisnisnya sesuai syariah padahal tidak pernah ada yang > menyatakan kesesuaian syariahnya; > Fatwa / pendapat dari K.H. Miftah Faridl adalah bersifat umum bukan untuk > mensertifikasi kesesuaian syariah DBS / DFI; > Dalam salah satu halaman websitenya DBS / DFI memberikan pernyataan bahwa > mereka memproses kesesuaian syariahnya ke MUI di akhir tahun 2008 yang mana > merupakan kebohongan publik karena DSN MUI belum pernah menerima presentasi > DBS / DFI sampai tahun 2008 berlalu. > Sekilas melihat cara jual MLM pulsanya, rasanya tidak akan lolos di Asosiasi > Penjual Langsung Indonesia - APLI untuk memperoleh legitimasi Departemen > Perdagangan dan rasanya karena itu DSN MUI sulit memberikan sertifikasi > syariahnya walaupun mereka berusaha menjadikan Kyai2 senior menjadi Dewan > Pengawas Syariah mereka sekalipun. > Motivasi dari sekian banyak anggota yang diiming-imingi uang yang banyak, > bukan jadi distributor pulsa tapi jadi sekedar referral untuk anggota baru > dan dengan demikian dapat fee ... jadilah MLM ini murni money game yang > diharamkan menurut prinsip syariah. > > Oleh karena itu: > > DBS / DFI harus bertobat / berubah total kalo mau jadi syariah. Minta maaf > kepada sekian banyak tukang ojek, mama anak2 yatim Majelis Adz Dzikra dan > majelis-majelis ta'lim lainnya yang merasa jadi korban dengan menyetorkan > uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah yang berakhir dengan hanya memperkaya > upline mereka karena mereka bukanlah orang-orang sekaliber Aa Gym, atau bang > Arifin Ilham yang mudah mempengaruhi orang untuk jadi downline mereka. > > --- On Thu, 4/30/09, BackPacker . <backpacker32@ gmail.com> wrote: > > > From: BackPacker . <backpacker32@ gmail.com> > Subject: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal > ?(kembalikan ke Asholah Aja) > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com > Date: Thursday, April 30, 2009, 9:09 AM > > > > > mau piramida terbalik...mau gak pengen disebut MLM...dibilang mau ada > pelatihan... . > intinya balikin aja ke asholahnya (asalnya)... apa sih yg ingin di > transaksikan dlm muamalah ini?...pulsanya kah?...trainingnya > kah?...e-book motivasinya kah?...asuransinya kah? > > kalo semuanya ingin didapet...yah berarti ingin dijual semuanya > tuh...cuma dibuatlah sistem yg mencoba mengakomidir itu semua.... > jadinya yaah kesannya...ini semacam cara teknik2 marketing yg > dimodifikasi aja kan.... > > Pada tanggal 30/04/09, Agus Suhartono <agus.suhartono@ gmail.com> menulis: > > sebaiknya supaya masalah tidak berlarut-larut harap segera meminta MUI > > untuk memberi fatwa > > dan sebaiknya haru ada tenaga ahli dalam netork marketing ini > > > > Saya merangkum > beberapa poin tentang DBS > > > > 1. DBS tidak mau dikatakan MLM tetapi CRP > > 2. DBS tidak mau dikatakan menggunakan skema piramid, melainkan piramid > > terbalik > > 3. Biaya pendaftaran disebut Hak Usaha (HU) dan dianggap sebagai > > Personal Franchice yang merupakan produk jasa. > > a. biaya 1 HU 200.000,- dengan nilai > > - asuransi kecelakaan (non syariah) dari BringinLife 10jt > > (ada yang tahu besarnya?) t > > - kartu diskon dari EC (15.000) > > - ebook (katanya senilai 750rb, sangat relatif dan sulit di ukur) > > - pulsa murah > > - content dbs, yang dijual teknologinya > > - pelatihan entrepreneur dan kepribadian, ini perlu > > dipertaanyakan bentuknya seperti apa, apa ada kurikulum, kalau leader > > tidak melakukan gimana? > > > > dari sini DBS berusaha memberi nilai tinggi dari HU, harap di > > kaji tentang nilai ini > > > > b. boleh membeli HU lebih dari > 1, dengan harga 150.000 > > > > 4. Bonus terbesar justru dari recrutment (jualan HU), tanpa beli > > pulsa pun dapat bonus, artinya kalau pulsa di-eliminer, maka jadi > > membeli Hak Usaha untuk bisnis jualan Hak Usaha > > > > 5. bonus dihitung dengan mengalikan dengan index mudhorobah > > > > index = ( [pendapatan] - [biaya opr] ) / [tot-bonus] = ( ( > > [untung-dr-pulsa] + [untung-dr-HU] ) - [biaya-opr] ) / [tot-bonus] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Lebih aman saat online. > Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk > Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini! > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, > Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/ >
