Alhamdulillah, terima kasih atas informasi perkembangan seputar DBS. Hal ini 
penting untuk diketahui publik mengingat terjadinya simpang siur berita. Semoga 
kita semua bisa bijak dalam menghadapi permasalahan umat. 

--- On Sat, 5/16/09, Gunawan Yasni <[email protected]> wrote:

From: Gunawan Yasni <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal 
?(kembalikan ke Asholah  Aja)
To: [email protected]
Date: Saturday, May 16, 2009, 7:19 PM











    
            
            


      
      Salaam'alaik everyone. Ini adalah keterangan pribadi saya yang kebetulan 
anggota DSN-MUI (jadi ini bukan press release DSN-MUI). DBS/DFI datang ke 
DSN-MUI atas undangan DSN-MUI untuk diklarifikasi, bukan untuk dimulainnya 
proses sertifikasi yang biasanya dimulai dengan presentasi perusahaan dan 
kegiatan usahanya. Pandangan pribadi saya yang sudah saya share juga dalam sesi 
klarifikasi tersebut a.l.:
 
 
DBS/DFI belum syariah dan dalam beberapa press releasenya di jaringan website 
resmi mereka maupun jaringan website terkait DBS/DFI lainnya terjadi 
misinformasi kepada anggota yang mengatakan mereka sudah akan syariah di akhir 
2008/awal 2009 yang copy-nya sudah saya sampaikan ke mereka di rapat. 
Misinformasi ini kesalahan mereka yang pertama.
DBS/DFI dalam beberapa komunikasinya melalui para leadersnya melakukan 
misselling bahwa MLM ini sudah syariah dengan bergabungnnya AA Gym sebagai 
komisaris yang juga salah satu figur utama dalam jaringan yang disinyalir 
menjadi salah satu penerima referral fee (bukan transactional fee) yang 
fantastis. Dalam beberapa kesempatan dikatakan juga Syafii Antonio yang pakar 
syariah menjadi konsultan syariah mereka. Figur-figur ini dijadikan 'tameng' 
dalam misselling mereka sebagai yang katanya MLM syariah.
MLM syariah harus menciptakan keseimbangan antara transactional fee (penjualan 
langsung) dan referral fee (member get member). Jadi AA Gym yang ditonjolkan 
menerima referral fee besar sesungguhnya sangat tidak syariah mengingat 
transactional fee (penjualan langsung) beliau seakan sama sekali tidak ada dan 
dalam MLM ini tidak penting. Harusnya ada minimum transactional fee bagi 
seorang member untuk memperoleh referral fee, jadi member DBS memang 
berkontribuasi langsung dalam penjualan langsung produknya. Ini adalah 
kesalahan yang berikutnya di mana cara sosialisasinya mengarahkan kepada money 
game yang tidak syariah.
 
Saya tidak mengatakan mereka tidak bisa menjadi MLM syariah. Mereka bisa 
menjadi MLM syariah dengan beberapa perubahan mendasar. Dan proses sertifikasi 
belum dimulai karena mereka belum presentasi dan belum ditinjau oleh tim 
review, serta belum melakukan perubahan berarti atas kritik2 anggota DSN MUI 
setelah sesi klarifikasi.
 
Mereka harus memperbaiki misinformasi dan misselling mereka dengan pernyataan 
klarifikasi dan memperbaiki hal-hal mendasar dalam sistem dan cara sosialisasi 
mereka. Itu yang harus jadi hal-hal utama dalam presentasi mereka berikutnya 
dan bukan hanya lip service.
 
MGY

--- On Tue, 5/12/09, Rakhmi <mip...@yahoo. com> wrote:


From: Rakhmi <mip...@yahoo. com>
Subject: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal 
?(kembalikan ke Asholah Aja)
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, May 12, 2009, 8:16 AM




Assalaamu'alaikum wr wb.

Alhamdulillah sudah ada pernyataan yang jelas mengenai DBS ini walaupun 
sifatnya sementara. Saya sudah cukup resah karena sejak awal tahun kemarin 
banyak yang bertanya via blog atau forum, terkait apakah DBS ini scam atau 
tidak. Begitu pula sewaktu sempat membahas bisnis2 penipuan di radio, ada yang 
meminta klarifikasi DBS ini. Namun, karena menyangkut syariah dan berbadan 
hukum, saya belum berani berkomentar banyak sebelum mendapat kejelasan terutama 
dari DSN MUI (Fur P Gunawan Yasni, ini bisnis MLM yang beberapa bulan lalu 
pernah saya tanyakan kehalalannya Pak).

Kemarin ini sempat diprospek langsung oleh member DBS. Yang paling membuat 
kening saya berkerut adalah penjualan hak usaha berikutnya yang bernilai 150rb 
(CMIIW). Karena penjualan tersebut termasuk yang disarankan dengan alasan 
keseimbangan kaki. Dari penjelasan member, penambahan hak usaha ini hanya 
menambah titik tanpa menambah fasilitas yang
 diberikan layaknya pendaftar baru (nilai asuransi tidak bertambah, dst). 

Semoga kegiatan DBS ini bisa segera diklarifikasi ke publik.

Oya, kepada P Syakir, bolehkah saya mengutip pernyataan sementara dari MES ini 
untuk dibuat tulisan di Blog dan Forum? Begitu juga pernyataan pribadi P Yasni?

Terimakasih,
Wassalaamu'alaikum wr wb
Rakhmi Permatasari

--- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, Hadry Harahap <hadry_harahap@ ...> 
wrote:
>
> 
> 
> --- Pada Sel, 5/5/09, muhammad syakir sula <syakirsula_ l...@...> menulis:
> 
> Dari: muhammad syakir sula <syakirsula_ l...@...>
> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal 
> ?(kembalikan ke Asholah Aja)
> Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> Tanggal: Selasa, 5 Mei, 2009, 3:55 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> askum, Tambahan info MLM - DBS:
> Sekitar tiga bulan belakangan sy secara terus menerus dikontak oleh kawan2 
> dari MLM -DBS unt diajak bergabung. Sambil menyebut sejumlah tokoh, ulama dan 
> teman2, baik akademisi ekonomi syariah maupun praktisi ekonomi syariah. 
> Karena nama2 senior dan sahabat2 saya yang disebutkan sy tau "core"nya tidak 
> mendalami MLM, saya sarankan MLM yang bersangkutan menemui saya sebagai 
> sekjen mes. Sy minta yg datang direksinya yg di Bandung, biar skalian 
> silaturahmi dgn komunitas mes. Tujuan sy skalian berdiskusi, dan
 mengarahkan mereka supaya bisnisnya benar2 syariah dan jgn membawa-bawa nama 
ulama dan tokoh2 ekonomi syariah sebelum bisnis itu benar2 sesuai syariah. 
Stelah diskusi dengan saya baru sy akan arahkan ke DSN MUI sebagai lembaga yg 
mempunyai otoritas memberi sertifikasi syariah. Tapi ternyata mereka tak 
kunjung kontak saya lagi { saya fikir lebih baik MES menyarankan kepada DSN/MUI 
untuk menyurati lembaga tersebut untuk mengklarifikasikan perihal kaitan
> bisnisnya yaitu " apakah telah memenuhi ketentuan Syariah atau Syariah 
> Compliant atau belum " . Perihal surat dari DSN/MUI tersebut sudah barang 
> tentu harus ada batas waktunya dan bilamana tidak ada respon dari lembaga 
> tersebut maka langkah yang bijak adalah MENGUMUMKAN KEPADA UMMAT BAHWA BISNIS 
> TERSEBUT TIDAK SYARIAH COMPLIANT } .
> Sekitar 3 minggu yg lalu ustadz Yusuf Mansyur pun mulai di ajak. Ustadz YM 
> sms ke sy menanyakan apakah MLM ini benar2 sdh sesuai syariah. Karena sdh 
> menyebar
 kemana2 terutama ke para ustadz dan tokoh2 masyarakat dan membawa-bawa nama 
syariah, akhirnya sy kirim sms ke semua nama2 di atas. isinya kira2  .... "1. 
Bahwa MLM tersebut belum dikenal di MES, 2. Bahwa MLM tersebut blum pernah 
datang presentasi di DSN-MUI, 3. Menghimbau direksi ato member MLM tersebut unt 
tdk menggunakan nama mlm syariah dan tidak membawa nama2 tokoh syariah dalam 
merekrut member. 4. Agar segera datang ke DSN MUI unt mempresentasikan 
produknya." ... SMS sy di tanggapi beragam, ada yg kaget, ada yg berencana 
menghadap pak kyai ma'ruf, ada yg bingung krn sdh telanjur masuk dan ngajak org 
lain, ada juga yg minta mes dan dsn segera panggil MLM ybs .... sampai akhirnya 
sy mendapat forward sms ustadz Arifin Ilham yg cukup resah dgn adanya MLM ini, 
trutama terkait jamaahnya yg
> tukang ojek dll yg komplen ke ustadz. Kesimpulan: Mari kita sama-sama 
> mengembangkan ekonomi syariah, bagi teman2 yg punya semangat berbisnis secara
 syariah segeralah berdiskusi dengan institusi DSN MUI agar dapat dibantu. 
Mkasih. muhammad syakir sula
>  
> 
> 
> --- Pada Sab, 2/5/09, Gunawan Yasni <mgya...@yahoo. com> menulis:
> 
> Dari: Gunawan Yasni <mgya...@yahoo. com>
> Topik: Re: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal 
> ?(kembalikan ke Asholah Aja)
> Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> Tanggal: Sabtu, 2 Mei, 2009, 11:45 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Salaam'alaik everyone. Member DBS dari majelis Adz Dzikra telah datang 
> mengadu ke DSN MUI secara lisan menurut sumber terpercaya. Untuk sementara 
> kesimpulannya saya adalah:
>  
> DBS / DFI mengklaim bisnisnya sesuai syariah padahal tidak pernah ada yang 
> menyatakan kesesuaian syariahnya;
> Fatwa / pendapat dari K.H. Miftah Faridl adalah bersifat umum
 bukan untuk mensertifikasi kesesuaian syariah DBS / DFI;
> Dalam salah satu halaman websitenya DBS / DFI memberikan pernyataan bahwa 
> mereka memproses kesesuaian syariahnya ke MUI di akhir tahun 2008 yang mana 
> merupakan kebohongan publik karena DSN MUI belum pernah menerima presentasi 
> DBS / DFI sampai tahun 2008 berlalu.
> Sekilas melihat cara jual MLM pulsanya, rasanya tidak akan lolos di Asosiasi 
> Penjual Langsung Indonesia - APLI untuk memperoleh legitimasi Departemen 
> Perdagangan dan rasanya karena itu DSN MUI sulit memberikan sertifikasi 
> syariahnya walaupun mereka berusaha menjadikan Kyai2 senior menjadi Dewan 
> Pengawas Syariah mereka sekalipun.
> Motivasi dari sekian banyak anggota yang diiming-imingi uang yang banyak, 
> bukan jadi distributor pulsa tapi jadi sekedar referral untuk anggota baru 
> dan dengan demikian dapat fee ... jadilah MLM ini murni money game yang 
> diharamkan menurut prinsip syariah.
>  
> Oleh
 karena itu:
>  
> DBS / DFI harus bertobat / berubah total kalo mau jadi syariah. Minta maaf 
> kepada sekian banyak tukang ojek, mama anak2 yatim Majelis Adz Dzikra dan 
> majelis-majelis ta'lim lainnya yang merasa jadi korban dengan menyetorkan 
> uang ratusan ribu bahkan jutaan rupiah yang berakhir dengan hanya memperkaya 
> upline mereka karena mereka bukanlah orang-orang sekaliber Aa Gym, atau bang 
> Arifin Ilham yang mudah mempengaruhi orang untuk jadi downline mereka. 
> 
> --- On Thu, 4/30/09, BackPacker . <backpacker32@ gmail.com> wrote:
> 
> 
> From: BackPacker . <backpacker32@ gmail.com>
> Subject: [ekonomi-syariah] Re:: Apakah bisnis Duta Business School Halal 
> ?(kembalikan ke Asholah Aja)
> To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> Date: Thursday, April 30, 2009, 9:09 AM
> 
> 
> 
> 
> mau piramida terbalik...mau gak pengen disebut
 MLM...dibilang mau ada
> pelatihan... .
> intinya balikin aja ke asholahnya (asalnya)... apa sih yg ingin di
> transaksikan dlm muamalah ini?...pulsanya kah?...trainingnya
> kah?...e-book motivasinya kah?...asuransinya kah?
> 
> kalo semuanya ingin didapet...yah berarti ingin dijual semuanya
> tuh...cuma dibuatlah sistem yg mencoba mengakomidir itu semua....
> jadinya yaah kesannya...ini semacam cara teknik2 marketing yg
> dimodifikasi aja kan....
> 
> Pada tanggal 30/04/09, Agus Suhartono <agus.suhartono@ gmail.com> menulis:
> > sebaiknya supaya masalah tidak berlarut-larut harap segera meminta MUI
> > untuk memberi fatwa
> > dan sebaiknya haru ada tenaga ahli dalam netork marketing ini
> >
> > Saya merangkum
> beberapa poin tentang DBS
> >
> > 1. DBS tidak mau dikatakan MLM tetapi CRP
> > 2. DBS tidak
 mau dikatakan menggunakan skema piramid, melainkan piramid
> > terbalik
> > 3. Biaya pendaftaran disebut Hak Usaha (HU) dan dianggap sebagai
> > Personal Franchice yang merupakan produk jasa.
> > a. biaya 1 HU 200.000,- dengan nilai
> > - asuransi kecelakaan (non syariah) dari BringinLife 10jt
> > (ada yang tahu besarnya?) t
> > - kartu diskon dari EC (15.000)
> > - ebook (katanya senilai 750rb, sangat relatif dan sulit di ukur)
> > - pulsa murah
> > - content dbs, yang dijual teknologinya
> > - pelatihan entrepreneur dan kepribadian, ini perlu
> > dipertaanyakan bentuknya seperti apa, apa ada kurikulum, kalau leader
> > tidak melakukan gimana?
> >
> > dari sini DBS berusaha memberi nilai tinggi dari HU, harap di
> > kaji tentang nilai ini
> >
> > b. boleh membeli HU lebih dari
> 1,
 dengan harga 150.000
> >
> > 4. Bonus terbesar justru dari recrutment (jualan HU), tanpa beli
> > pulsa pun dapat bonus, artinya kalau pulsa di-eliminer, maka jadi
> > membeli Hak Usaha untuk bisnis jualan Hak Usaha
> >
> > 5. bonus dihitung dengan mengalikan dengan index mudhorobah
> >
> > index = ( [pendapatan] - [biaya opr] ) / [tot-bonus] = ( (
> > [untung-dr-pulsa] + [untung-dr-HU] ) - [biaya-opr] ) / [tot-bonus]
> >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Lebih aman saat online. 
> Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk 
> Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>
 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, 
> Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger .yahoo.com/ invite/
>




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke