wa'alaikumsalam.
ikut urun rembug, menurut saya ada beberapa hal yang dapat dijadikan pelajaran 
yaitu:
1. perlu ada kajian tentang adanya aturan dari Badan Administrasi Keuangan 
Negara, jika benar bahwa hanya bank konvensional yang diperbolehkan maka peran 
lembaga pegiat keuangan syariah memberikan usulan kepada pemerintah tentang 
kebijakan-kebijakan yang tepat.
2. Perbankan syariah harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dari bank 
konvensional tentunya dengan memperhatikan risk management sehingga dengan 
pelayanan yang baik insya Alloh customers juga betah misal komunikasi yg baik 
dan pelayanan yang cepat. 
wallahua'lam bi showab

wassalamu'alaikum

--- On Tue, 6/1/10, naurah nafidzah <[email protected]> wrote:

From: naurah nafidzah <[email protected]>
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 1, 2010, 11:56 AM







 



  


    
      
      
      
wa alaykumsalamwarahma tullah wabarakatuh. .masalah dilematis yang juga saya 
alami, dimana pengambilan gaji manual selama ini diambil dari bendahara 
pengeluaran instansi saat ini dialihkan lewat transfer bank konvensional. 
sempat terjadi pertentangan batin karena hingga saat ini memutuskan tidak 
memiliki rekening di bank konvensional. tapi karena kebijakan tersebut, 'dengan 
terpaksa' memiliki rekening di bank konvensional. saran rekan aktivis untuk 
segera mengambil gaji begitu
 telah berada di rekening pribadi tersebut agar tidak sempat 'mengendap' 
beberapa lama sehingga ada 'value of money' - nya. :D atau dilematis lainnya, 
tidak adanya bank/lembaga keuangan syariah yang bermitra dengan toko elektronik 
yang menawarkan kebijakan pembiayaan elektronik murah/ringan. sehingga peluang 
itu justru ditangkap pembiayaan konvensional dengan kredit ringan tetapi ribawi 
:( atau kalaupun ada, persyaratan lumayan rumit atau belum terbangun 
kemitraan/kerjasama finansial dengan unit keuangan instansi/perusahaan 
setempat.... semoga ada yang tergerak untuk memulai khususnya di 
lingkungan/daerah saya...amiin
support sekaligus
 kerja dakwah bersama untuk menyediakan sikon kondusif terakomodirnya bank 
syariah sebagai pilihan tempat pengambilan gaji dan transaksi finansial 
lainnya...
From: Agus Edi S <agus_...@takaful. com>
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Sent: Sun, May 30, 2010 7:12:43 PM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran

















 



    
      
      
      












Wa'alaikumsalam,

Saran saya tabayun terlebih dahulu, kenapa hal ini terjadi. Kalau sudah 
mengetahui duduk persoalannya biasanya lebih mudah mencari solusinya.

Langkah selanjutnya didiskusikan dengan Dekan ybs, Insya Allah ada jalan 
keluar. Kalau belum ada jalan, bawa ke Rektor. Insya Allah sampai disini sdh 
clear.

Seandainya tdk ada juga solusi, nanti akan saya kasih resep yang ces pleng 
alias manjur.

Salam,


From:  Diyanti Yanti <saya_diyanti@ yahoo.co. id>
Sender:  ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Date: Sat, 29 May 2010 17:55:38 +0800 (SGT)To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. 
com>ReplyTo:  ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Subject: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran

 



    
      
      
      Assalamu'alaikum wr.wb

Mohon masukan, sumbangan pemikiran dan dukungan terhadap teman2, para dosen 
pegiat ekonomi syariah yang ingin memperjuangan syariah, sebuah Perguruan 
Tinggi Islam Negeri di Medan, yang sudah memutuskan mengalihkan bank 
pengambilan gaji dari bank syarah ke bank konvensional. selama ini sudah 8 
tahun pengambilan gaji dilakukan di bank syariah tersebut. para dosen fakultas 
syariah yang di pimpin oleh dekan fakultas syariah menolak dengan tegas via 
surat pernyataan ke rektor dengan alasan bertentang dengan syariah. para dosen 
di minta paksa ntuk membuka rekening di bank konvensional, jika tidak maka 
mereka tidak akan menerima gaji. Mohon solusi, apakah MES, IAEI, Asbisindo, 
HISSI, PKES, masing2 perlu menyurati BADAN ADMINJSTRASI KEUANGAN NEGARA DAN 
DIKTI DEPARTEMEN AGAMA. Mohon agar memasukan bank syariah SEBAGAI PILIHAN
 TEMPAT
 PENGAMBILAN GAJI Perguruan Tinggi Islam (UIN, IAIN, dan STAIN) karena Badan 
Administrasi Keuangan Negara, hanya memberikan 4 alternatif bank, semuanya bank 
KONVENSIONAL. para loyalis akademis tersebut perlu dukungan moral dan kebijakan.

wassalamu'alaikum



    
     

    










    
     















      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke