Daripada tidak menerima Gaji yang sudah Haknya, ya ikuti saja "game"-nya, buka 
Rekening Tabunganku di Bank Konvensional, dan langsung pasang Standing 
Instruction/ Auto Transfer ke Rekening di Bank Syariah yang dimiliki.
 



  ----- Original Message ----- 
  From: faiz zamzami 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, June 02, 2010 9:48 AM
  Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran


    
        wa'alaikumsalam.
        ikut urun rembug, menurut saya ada beberapa hal yang dapat dijadikan 
pelajaran yaitu:
        1. perlu ada kajian tentang adanya aturan dari Badan Administrasi 
Keuangan Negara, jika benar bahwa hanya bank konvensional yang diperbolehkan 
maka peran lembaga pegiat keuangan syariah memberikan usulan kepada pemerintah 
tentang kebijakan-kebijakan yang tepat.
        2. Perbankan syariah harus mampu memberikan pelayanan yang lebih baik 
dari bank konvensional tentunya dengan memperhatikan risk management sehingga 
dengan pelayanan yang baik insya Alloh customers juga betah misal komunikasi yg 
baik dan pelayanan yang cepat. 
        wallahua'lam bi showab

        wassalamu'alaikum

        --- On Tue, 6/1/10, naurah nafidzah <[email protected]> wrote:


          From: naurah nafidzah <[email protected]>
          Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran
          To: [email protected]
          Date: Tuesday, June 1, 2010, 11:56 AM


            



          wa alaykumsalamwarahma tullah wabarakatuh. .
          masalah dilematis yang juga saya alami, dimana pengambilan gaji 
manual selama ini diambil dari bendahara pengeluaran instansi saat ini 
dialihkan lewat transfer bank konvensional. sempat terjadi pertentangan batin 
karena hingga saat ini memutuskan tidak memiliki rekening di bank konvensional. 
tapi karena kebijakan tersebut, 'dengan terpaksa' memiliki rekening di bank 
konvensional. saran rekan aktivis untuk segera mengambil gaji begitu telah 
berada di rekening pribadi tersebut agar tidak sempat 'mengendap' beberapa lama 
sehingga ada 'value of money' - nya. :D atau dilematis lainnya, tidak adanya 
bank/lembaga keuangan syariah yang bermitra dengan toko elektronik yang 
menawarkan kebijakan pembiayaan elektronik murah/ringan. sehingga peluang itu 
justru ditangkap pembiayaan konvensional dengan kredit ringan tetapi ribawi :( 
atau kalaupun ada, persyaratan lumayan rumit atau belum terbangun 
kemitraan/kerjasama finansial dengan unit keuangan instansi/perusahaan 
setempat.... semoga ada yang tergerak untuk memulai khususnya di 
lingkungan/daerah saya...amiin


          support sekaligus kerja dakwah bersama untuk menyediakan sikon 
kondusif terakomodirnya bank syariah sebagai pilihan tempat pengambilan gaji 
dan transaksi finansial lainnya...


----------------------------------------------------------------------
          From: Agus Edi S <agus_...@takaful. com>
          To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
          Sent: Sun, May 30, 2010 7:12:43 PM
          Subject: Re: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran

            
          Wa'alaikumsalam,

          Saran saya tabayun terlebih dahulu, kenapa hal ini terjadi. Kalau 
sudah mengetahui duduk persoalannya biasanya lebih mudah mencari solusinya.

          Langkah selanjutnya didiskusikan dengan Dekan ybs, Insya Allah ada 
jalan keluar. Kalau belum ada jalan, bawa ke Rektor. Insya Allah sampai disini 
sdh clear.

          Seandainya tdk ada juga solusi, nanti akan saya kasih resep yang ces 
pleng alias manjur.

          Salam,





----------------------------------------------------------------------

          From: Diyanti Yanti <saya_diyanti@ yahoo.co. id> 
          Sender: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com 
          Date: Sat, 29 May 2010 17:55:38 +0800 (SGT)
          To: <ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
          ReplyTo: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com 
          Subject: [ekonomi-syariah] Mohon Masukan dan Sumbangan Pemikiran


            
                Assalamu'alaikum wr.wb

                Mohon masukan, sumbangan pemikiran dan dukungan terhadap 
teman2, para dosen pegiat ekonomi syariah yang ingin memperjuangan syariah, 
sebuah Perguruan Tinggi Islam Negeri di Medan, yang sudah memutuskan 
mengalihkan bank pengambilan gaji dari bank syarah ke bank konvensional. selama 
ini sudah 8 tahun pengambilan gaji dilakukan di bank syariah tersebut. para 
dosen fakultas syariah yang di pimpin oleh dekan fakultas syariah menolak 
dengan tegas via surat pernyataan ke rektor dengan alasan bertentang dengan 
syariah. para dosen di minta paksa ntuk membuka rekening di bank konvensional, 
jika tidak maka mereka tidak akan menerima gaji. Mohon solusi, apakah MES, 
IAEI, Asbisindo, HISSI, PKES, masing2 perlu menyurati BADAN ADMINJSTRASI 
KEUANGAN NEGARA DAN DIKTI DEPARTEMEN AGAMA. Mohon agar memasukan bank syariah 
SEBAGAI PILIHAN TEMPAT PENGAMBILAN GAJI Perguruan Tinggi Islam (UIN, IAIN, dan 
STAIN) karena Badan Administrasi Keuangan Negara, hanya memberikan 4 alternatif 
bank, semuanya bank KONVENSIONAL. para loyalis akademis tersebut perlu dukungan 
moral dan kebijakan.

                wassalamu'alaikum
               




       



  

Kirim email ke