Makasih sekali nih ama bantuannya, memang masih banyak
sekali orang Indonesia yang belum mengetahui masalah
kewarganegaraan di negri kita yang sebetulnya.

Sekali lagi terima kasih.

RG


--- fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> --- In [email protected], "Imron"
> <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Jadi tolong dijawab pertanyaan saya, kenapa tidak
> langsung anak anda
> diakui kewarganegaraan Indonesia saja. Untuk itu,
> lakukan diskusi
> dengan suami atau pasangan anda. Kalau memang
> disepakati, bahwa si
> anak mengikuti kewarganegaraan Bapaknya, dengan
> alasan mngkin menjadi
> warganegara Jerman lebh menguntungkan dibanding
> dengan menjadi warga
> Indonesia, nah itu adalah sebuah keputusan. jangan
> lah kemudian
> memaki2 negara/pemerintah.
> > 
> 
> Pak Imron,
> Maaf saya ikut campur.
> saya kira pertanyaan anda tidak pas. Ini saya
> kutipkan dari berita
> kompas tsb:
> -----------
> Itu terjadi karena masih diberlakukannya
> Undang-Undang Nomor 62
> Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan. Dengan
> undang-undang itu, anak
> dengan ayah warga negara asing otomatis menjadi
> warga negara asing.
> -----------
> 
> Jadi memang saat itu tidak ada pilihan untuk
> menjadikan anak2 yang
> ayahnya WNA sebagai WNI. Langsung dianggap WNA.
> Bagaimana caranya
> menjadikan mereka WNI seperti pertanyaan anda tsb?
> 
> Maaf kalau saya salah tangkap untuk kasus ini.
> Mungkin Bu Ratih bisa
> membenarkan.
> 
> 
> salam,
> 
> fau

Kirim email ke