Begitulah menurut setumpuk data dari akhir perang dunia, jumlah orang Yahudi dalam tiap keluarga yahudi se-Eropa yang hilang setelah dikirim ke kamp konsentrasi, jumlah mayat yang dan survivors yang ditemukan di kamp-kamp itu, data yang terungkap dari pengadilan atas penjahat perang di Nuremberg, jumlah kamp konsentrasi, daya tampungnya, dll. Kalo setiap orang yang kehilangan anggota keluarganya akibat dibawa ke kamp,lalu setelah perang mereka melapor, maka angka itu kurang lebih bisa diperoleh. Dengan catatam, tentu saja, bahwa yang dibawa ke kamp itu juga terdapat kaum gypsi dan homoseksual.
Kalo Anda bilang jumlahnya tak sampai jutaan? Lalu berapa? Siapa yang melakukan penghitungan? Mana dokumennya? Kalo cuma berdasar teori konspirasi saja, yang dilandasi kebencian terhadap Yahudi, sama aja bo'ong. Kalo mau menyangkali holocaust, atau mau mengatakan bahwa jumlahnya tak sampai jutaan, seharusnya punya dasar kuat, bukan pakai teori konspirasi. Kita sudah kenyang dengan terlalu banyaknya teori konspirasi. Nggak mendidik, cuma membangun kecurigaan terhadap orang lain, tanpa bisa membuktikan sumber atau dasar kecurigaan itu. manneke IC <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya pikir bukan kita mengelak bahwa terjadi pembunuhan terhadap kaum Yahudi oleh Nazi pada waktu Perang Dunia II. Tapi yang menjadi masalah adalah, apakah memang betul bahwa yang dibantai berjumlah jutaan??? Dalam kondisi perang dan sesudahnya, jumlah yang meninggal (kwantitas) seringkali digunakan sebagai propaganda oleh pihak tertentu untuk kepentingannya. Terutama dalam hal ini adalah pihak Yahudi khususnya untuk menarik simpati dari banyak pihak atas pembantaian yang dilakukan oleh pihak Jerman. Atas dasar itulah maka kaum Yahudi kemudian membuat suatu alasan bahwa sudah saatnya mereka membentuk negara sendiri agar dapat melindungi mereka tanpa berharap ada perlindungan dari negara lain. Kaum Yahudi seperti kita semua tahu bertebaran di beberapa negara. Karena tidak ingin melihat ada pembantaian yang "katanya" berjumlah jutaan, maka negara2 pemenang perang khususnya Inggris memberi kesempatan kepada kaum Yahudi untuk membentuk negara seperti Israel seperti sekarang. sebetulnya Inggris sendiri sudah menawarkan kepada Kaum yahudi untuk membentuk negara merdeka, yakni di Uganda, Afrika. Tapi kaum Yahudi kemudian menolak dengan alasan agama dan memilih wilayah Israel sekarang sebagai wilayah negara mereka. Padahal wilayah tsb saat itu didominasi oleh orang2 Palestina. Inilah saya kira yang menjadi dasar kemudian orang meragukan holocaust yang sebenarnya, karena cerita mengenai Holocaust tsb hanya dijadikan dasar utk memberi "Iba" kepada orang2 Yahudi yang notabene memang merebut tanah milik bangsa Palestina. Sekali lagi, pembantaian thd Kaum Yahudi memang ada, tapi jumlahnya apakah jutaan??? Apakah memang Kaum Yahudi saat itu memang berjumlah jutaan??? Salam
