Pak Satria...kalau ada undang-undang yang melarang menyelidiki holocaust ini
saya kira itu mungkin berlaku di israel saja, diluar israel uu itu bisa diangap
sepi alias tidak berlaku, kalau negara lain atau siapa saja yg memiliki bukti
bahwa holoaust itu tidak ada sah-sah saja menerbitkannnya sebagai buku sejarah
atau membuat situs untuk mengungkapkannya, dan saya kira si israel tidak akan
bisa berbuat apa2. Tokh untuk menyelidikinya tidak perlu ke israel krn
kejadiannya memang di benua eropa jadi tidak perlu takut dengan uu itu. Nah
masalahnya ada tidak yang bisa mengungkapkan atau membuktikan bahwa holocaust
itu tidak ada!
Undang-undang itu menurut saya hanya mempertegas : Kamu percaya atau tidak
percaya ada pembantaian bangsa Jahudi, itu urusan kamu sendiri, kami tidak
butuh pengakuanmu atau penolakanmu!!
Ada juga yang mengatakan holocaust hanya akal2an Zionis agar dunia
membenarkan negara israel di bentuk!
Pendapat yang sangat sangat subyektif sekali dan sama sekali tidak masuk akal!
Saya kira Jahudi cukup pintar untuk tidak melakukan itu. Lagipula apa mungkin
suatu bangsa mau merencanakan bangsanya untuk di bantai demi minta belas
kasihan dunia agar mereka di ijinkan mendirikan sebuah negara?? Bangsa yang isi
kepalanya di dengkul semuapun tidak akan melakukan itu, apalagi Jahudi!
Bangsa paling tolol sedunia pun akan berpikir lebih baik bertempur demi
berdirinya sebuah negara yang di idam-idamkan daripada merencanakan bangsa
sendri untuk di bantai agar dunia berbelas-kasihan.
Seandainya holocaust tidak benar apa bangsa israel mau dimusnahkan atau di
usir dari negaranya yang ada sekarang? Untuk mendapat jawaban obyektif rekans
harus jadi Subyek, artinya kalau rekan adalah orang Jahudi, apa yang akan anda
lakukan. Jawabannya tegas : mempertahankna negara Jahudi! Kalau kita mencari
jawabannya dengan menganggap bukan orang Jahudi, jawabannya bisa pro kontra.
Seandainya holocaust benar-benar terjadi. Sebagai orang Jahudi, rekans akan
merasa benar mendirikan negara israel, dan mungkin bangsa lain pun bisa
memaklumi berdirinya israel. Kalau seandainya rekans bukan orang Jahudi apa
yang akan anda lakukan? Apakah tetap mau menghancurkan negara jahudi atau
mengusirnya? Atau menyetujuinya?
Apa pun sikap anda sebagai bukan Jahudi, bagi Jahudi tidak jadi soal!
Sikap anda sebagai bukan Jahudi, sudah di jawab oleh uu yg melarang
meyelidiki holocoust : Persetan dengan pengakuanmu atau penyangkalanmu! Atau
anda pasti bersikap sebagai Jahudi meskipun holocaust tidak benar : tetap
mempertahankan negara Jahudi sampai titik darah terakhir!
Rekans, sebaiknya kita tinggalkan saja soal holocaust ini, menurut saya lebih
baik kita merenungkan sikap negara tetangga kita Malaysia yang nota bene adalah
negara muslim juga, tapi memperlakukan bangsa kita sebagai anjing, yang di
siksa, kerja gaji tidak dibayar, di kejar-kejar utk di deportasi! Saya kira itu
hanya akal2an si Malaysia agar rakyat Malaysia tidak perlu membayar gaji TKI
dengan dalih pendatang haram.
Saya yakin si Malaysia ini sengaja membiarkan pendatang haram ini masuk,
malah bisa terjadi lebih mudah masuk sebagai pendatang haram dari pada legal,
karena sebagai pendatang haram wajar2 saja kalau gaji nya suatu saat tidak di
bayar! Dan devisa negara bisa terselamatkan. Lagi pula apa sih bahayanya bagi
keamanan negara Malaysia, jika seseorang sekelas TKI masuk sebagai pendatang
haram?? Jelas lebih berat bagi Malaysia mendatangkan TKI secara legal daripada
illegal. Legal gaji dan hak hak hukum di lindungi uu. Sementara kalau
illegal?? Diperlakukan seperti binatang sah sah saja, dan dunia pun
mempersalahkan para TKI itu karena melanggar uu. KIta di kadalin!!! Ini yang
perlu direnungkan.
Selain Malaysia, bukan rahasia lagi perlakuan terhadap TKI di timur tengah
sama saja!
Dibandingkan di kedua kawasan tersebut (Malaysia dan Timteng), perlakuan
terhadap TKI di negara lain jauh lebih baik!
Nah, lebih baik kita merenungkan ini daripada mengurusi negara lain. Kalau
rumah tangga kita sudah beres dan bisa menjadi contoh bagi tetangga lain,
barulah kita mengurusi rumah tangga orang lain! Agar omongan kita di dengarkan!
Memangnya bangsa Indonesia ini masih punya harga diri untuk membicarakan
negara lain!!???
Sadar...sadar...sadarlah!!!
mejuah-juah kita kerina...sukses buat kita semua.
nogan
satriadharma2002 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Manneke,
Tentu saja ada beda antara 1 dan 2 juta. Gimana sih Anda ini?
Jangankan 1 atau 2 juta, sedangkan 1 atau 2 orang saja berbeda kok.
Kalau memang holocaust itu benar-benar menghabiskan nyawa 6 juta
orang Yahudi lantas kenapa kok takut untuk diungkap lagi? sampai-
sampai dibuat undang-undang untuk melarang mengungkap holocaust ini?
Benar-benar mencurigakan.
Ini masalah kejujuran dalam sejarah, Pak. Sedangkan sejarah G-30-S
PKI saja banyak yang meragukan kok. Justru karena ada yang meragukan
jumlah tersebut maka sebenarnya biar saja mereka melakukan riset
sedalam-dalamnya. Toh jika benar maka akan terungkap juga.
Kalimat Anda :"Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu
bangsa, lalu dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan."
Ini maksudnya apa? Kayaknya kok Anda menuduh orang yang meragukan
jumlah korban dalam holocaust mau memusnhakan suatu bangsa. siapa
yang Anda maksud? Bukannya kebalik tuh? Bukannya Israel yang mau
memusnahkan bangsa Palestina? Ini ucapan apa kok kayak bukan
akademisi.
Lagipula, apa kepentingan Anda untuk mengecam orang yang meragukan
holocaust? What's your point, Pak?
Salam
Satria
--- In [email protected], Manneke Budiman
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sejarah ditulis oleh manusia tentang manusia. Apakah kalo yang
mati bukan 5 juta tapi 4 juta, atau1 juta, lalu ada bedanya? Ini
soal nyawa manusia,Boss. Soal kekejaman yang dilakukan satu manusia
atas manusia lain. Bukan soal statistik. Ini fakta tentang bagaimana
manusia dijadikan kelinci percobaan, dihabisi nyawanya karena
rasnya, dipisahkan dari keluarga serta orang-orang yang dicintai
hanya karena kebencian.
>
> Berapa sih angka yang mau ditawarkan oleh mereka yang anti-
holocaust atau anti-Yahudi? 10? 20? 100? Jika kita mau membantah
angka, bukankah sebaiknya kita punya angka lain hasil riset kita
sendiri? Kalau cuma bisa bilang, "Ah, 5 juta? Mustahil. Nggak
mungkin, Pasti lebih sedikit dari itu, dll" kan seharusnya ada
datanya juga? maka yang saya ingin tahu dari Anda-Anda ini, apa
dasarnya untuk meragukan angka-angka holocaust atau tentang ada
tidaknya holocaust? Jujurlah pada diri sendiri. Jangan-jangan semua
kehebohan tentang holocaust ini cuma didasari oleh satu hal:
kebencian terhadap Yahudi.
>
> Kalo ada orang yang punya cita-cita memusnahkan suatu bangsa,
lalu dia bilanh holocaust tak ada, ini sungguh menggelikan. Karena
apa? di pikirannya sendiri saja sudah ada agenda untuk melakukan
pemusnahan terhadap sebuah bangsa, kok bisa-bisanya menafikan adanya
hal yang sama yang disebut dengan holocaust? Ini sama aja dengan
bilang di goa X tak ada harta karun, tapi dirinya sendiri sibuk gali-
gali harta di goa itu.
>
> Kalo ngomong pembunuhan massal, bukan cuma holocaust yang selalu
dijadikan konsumsi politik berbagai pihak lewat debat statistik. Hal
sama bisa dilakukan dengan Aceh, Timtim, G30S, jugun ianfu zaman
Jepang, Bosnia, Rwanda, Sudan, Kamboja, dll. Sementara kita berdebat
tentang angka dan matematika, faktanya sudah banyak orang kehilangan
nyawa dan sana keluarga. Tak pentingkah perasaan mereka buat kita?
>
> Sekali kita bermain soal angka nyawa manusia, maka akhirnya
semua tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi akan bisa disimpulkan
sebagai " tidak pernah terjadi." Jadi, di bumi ini, tak pernah ada
terjadi pembantaian massal sama sekali. Damai di bumi! Enak ya?
>
> manneke
---------------------------------
Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels
in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit.
[Non-text portions of this message have been removed]