Bukannya mau membela Pekerja Stasiun TV, Mas Motul, namun saya melihat yang 
terjadi saat ini sedang terjadi adalah proses seleksi alam. Dengan masuknya 
ASTRO, Indovision dll maka stasiun televisi lambat atau cepat akan belajar 
untuk memproduksi tayangan yang bermutu sekaligus laris, agar tidak 
ditinggalkan pemirsanya dan utamanya para pemasang iklan.

Last but not least, pada waktu "musim banjir" awal Feb, saya sangat terbantu 
dengan rajin nonton tayangan live di TV lokal seperti AN-TV, RCTI, Metro TV 
dll. Di CNN atau BBC News (kalau Mas berlangganan TV Kabel) tidak ada yg 
selengkap TV lokal dalam hal coverage banjir.
Think local, act global Mas Motul...

Salam.


----- Original Message ----
From: /\/\ o + u |_ z <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, March 19, 2007 8:55:08 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Acara film telivisi sangat membosankan

Melawan telivisi? Buat apa? karena acara yang ditayangkan tidak bermutu? bahkan 
diulang-ulang? Hahahaha...

Pernahkah kita semua berfikir bahwa program TV itu dibuat dan ditayangkan 
(bahkan di re-run) atas permintaan pemirsa? Pernah saya menebak bahwa para 
pekerja di TV station pun bosan dan ingin membuat acara yang lebih variatif dan 
bermutu, tapi apa daya.. masyarakat yang punya kendali untuk itu semua. Lewat 
sampling.. lantas ke rating.

Coba deh sekali-kali, malam hari (primetime) kita masuk ke warung nasi, atau 
rumah-rumah petak, ngintip deh apa yang sedang ditontonnya. . YES sinetron!! 
Hebatnya lagi seluruh anggota keluarga bersama tetangga dan kerabat nonton 
sama-sama. Lebih dahsyatnya lagi.. mereka mendiskusikannya! ! hahahahaha.. .

Jika kita hanya menilai lewat para anggota milis ini, ya tentu saja berbeda 
cara pandangnya. Saya yakin dari seluruh anggota milis ini cuma secuil persen 
aja yang rajin nonton sinetron atau acara-acara gak bermutu lainnya. Ada yang 
mau angkat tangan?? Hehehehe...

Ide Mas Aristides, saya rasa sangat baik dan produktif sekali. Sayang mas.. 
saya yakin ide itu gak akan meresap di hati masyarakat (dominan) pemirsa TV 
saat ini. Bagi mereka.. TV adalah HIBURAN GRATIS yang bisa menemani setiap 
saat. Coba kita ingat-ingat lagi masa kejayaan radio saat station TV hanya ada 
TVRI. Semua anak muda Jakarta kenal Si Boy, dan semua warga Jakarta kenal dan 
merinding ketika mendengar nama Mak Lampir. Ya itu masanya.

Melawan TV bukan dengan cara mengalihkan ke media lain. Mungkin harus dengan 
cara terlibat dalam program TV itu sendiri. Mulailah membuat program TV 
tandingan yang mempunya cita rasa lebih baik. Cepat atau lambat penonton akan 
bisa memilah mana acara yang enak dan yang eneg.

Sejauh ini saya ANTI dengan hampir 90% tayangan TV lokal (maaf..). Bukan 
apa-apa, setiap saya coba nonton yang muncul :

1. Orang marah-marah
2. Orang nangis dan menderita
3. Orang gunjing
4. Orang menghasut dan saling ejek
5. Darah, tulang patah, mayat bayi, orang dipukulin
6. Dan tayangan orang-orang hebat dan berkomentar ttg negara

Capek deeeh...
Sisanya saya cuma nonton : MTV Lokal Abies, Empat Mata, Just For Laugh (TPI).. 
sisanya TV kabel.

Salam Hormat
Motulz
(bukan pekerja TV station)

Kirim email ke