Terima kasih, Mbak Bebek. Soal lamar-melamar, saya sih sependapat dengan teman-teman Mbak di Afrika itu. Secara alamiah perempuanlah yang berkepentingan memilih siapa pasangannya karena konsekuensi berhubungan seks itu jauh lebih berat buat perempuan. Apa urusannya dalam dunia sekarang kok jadinya laki-laki yang disuruh melamar pasangannya?
Jawaban serius: Sebagai sarana menyeleksi pasangan bagi perempuan. Hanya laki-laki yang berkemauan keras (salah satu karakter pejantan dominan) yang mau datang melamar dengan resiko ditolak. Pilihan tetap di tangan perempuan. Sama sajalah dengan prosedur di Afrika itu. Jawaban nakal: Biar yang laki-laki tidak merasa kalau sedang dijebak :-) (becandaaaaa, jangan dimasukin hati). Andi > Saya sendiri berpendapat kalau "kebanyakan" wanita suka pria dominan > lebih karena konstruksi sosial di mana wanita tersebut tumbuh besar. > KArena kebanyakan masyarakat di dunia sekarang adalah bersifat > patriarki (dan yang tadinya matriarki-pun mungkin sudah berubah jadi > patriarki karena terpengaruh oleh kebudayaan agama2 semitik => trio > Yahudi, Kristen dan Islam), ya jadinya kalau diadakan penelitian, > maka sebagian besar akan terlihat hasilnya bahwa secara "alamiah" > wanita menyukai pria dominan. > > Tapi apa kata sebuah artikel dari CNN (didapat dari milis sebelah > sih...) yang melaporkan suatu fenomena dari wilayah Afrika yang > budayanya masih "cukup perawan" (baca: belum begitu terpengaruh > dengan budaya patriarki/budaya trio agama semit): >
