Pak Loekyh dan rekans,

Benar sekali pak Loekyh.
Sayangnya, argumen yang ´ingnorat´ terhadap kemiskinan yang menimpa masyarakat 
dengan menggunakan alasan "tak bisa dibatalkan sebab anggarannya sudah 
dianggarkan dan disepakati lewat rapat antara BURT dengan ... " hanya berlaku 
terhadap ketentuan yang mereka buat untuk memperkaya diri mereka. Kalau untuk 
rakyat semua bisa dibatalkan, kalaupun pernah dianggarkan, tapi yang lebih 
sering tak pernah dianggarkan, karena tak pernah ada anggaran untuk rakyat, 
sebut salah satu contoh: masalah korban Lumpur Panas.


Salam
Mulyadi


loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Mas Kukuh 
dan semua rekan2, setiap anggota DPR itu terikat oleh satu
 aturan hukum (tak tertulis): dilarang bicara di luar ttg sesuatu
 yang berpotensi menjatuhkan citra 'harum' parpol/daerah (untuk
 anggota DPD) ybs :-)

 Btw, saya gregetan sekali melihat 'keentengan bicara' para pembela
 kebijakan 'laptop untuk kita :-)' pada salah satu acara dialog di TV
 dengan argumentasi-argumentasi yg menonjolkan formalitas hitam-
 putih, tetapi sebenarnya merupakan argumentasi yang tidak logis
 bahkan menggambarkan pola pikir 'ignorant' thd kemiskinan yang
 menimpa mayoritas rakyat Indonesia. Argumentasi semacam juga
 dinyatakan oleh Bpk Agung Laksono yth sendiri.

 Alasan formalitas hitam putih yang saya maksud contohnya adalah
 sbb: "Pembelian laptop tak bisa dibatalkan sebab anggarannya sudah
 dianggarkan dan disepakati lewat rapat antara BURT dengan ... ".
 Alasan formalitas hitam-putih DPR ini bak penyakit menular yang
 sudah turun mewabah ke tingkat DPRD.

 Sudah sejak jaman keberadaan DPR reformasi, taktik formalitas hitam-
 putih sangat terlihat sebagai taktik yang paling sering dilakukan
 oleh DPR sebagai alasan pembelaan diri/ pembenaran untuk segala
 macam prilaku PEMBOROSAN NEGARA, termasuk prilaku jalan2 ke LN
 yang 'sudah diprogramkan'. atau yang sudah 'disetujui', juga
 termasuk berbagai macam usulan kenaikan anggaran/ tunjangan/ gaji
 yang sudah 'disetujui dan disyahkan oleh rapat', dsb.

 Salam


Kirim email ke