Not at all, Madame / Sir !! No hurt feeling .. no any authority or powers .. saya disini sedang berdiskusi, memberikan pendapat dan harus bersedia menerima serta mengolah pendapat lain. Dapat dipahami, bahwa kutipan kalimat saya itu dapat diinterpretasikan indirectly sebagai "penyimpulan sebab kejadian kecelakaan" .. namun bisa juga seperti yang ada dibenak saya saat itu, bahwa mereka (seperti yang sudah-sudah) sedang aktif dan gigih melakukan sesuatu yang sifatnya "represif" sementara fungsi kewajiban awal yang lebih effective terhadap "pencegahan kecelakaan" secara berulang tidak mendapat prioritas. Oleh karena itu timbul issues dari mereka yang menurut saya amat sangat menjengkelkan, seperti pembatasan usia pesawat (bukan jam terbang) atau, yang sekarang menjadi topik diskusi ini, rangking maskapai penerbangan yang referensi nya "safety". Bahwa expression nya terkesan "makian" bagi anda yang sedang TIDAK membela pihak manapun .. am sorry .. sebab sikap objektiv saya mungkin sedang terkontaminasi dengan peristiwa-2 lain sehubungan dengan tanggung jawab Dephub di laut dan darat, yang menurut saya, prinsip dasar dari sikap nya tidak beda, alias penuh greget !! Ijinkan saya sekarang sedikit menyimpang dari topik: Mengenai orang-2 professional dan qualified yang sejati secara internasional, saya hanya ingin beri masukan, bahwa bisa terjadi (mungkin malah tidak jarang) mereka justru terkucilkan dilingkungannya sendiri, bila tidak bersedia "bersikap menuruti tradisi lokal" (my own many years' experience!) .. dan tidak banyak orang yang sanggup bertahan lama dalam kondisi seperti itu .. pilihannya biasanya hanya tiga, ikut arus (alias jangan omongin profesionalitas yang sebenarnya) atau konsekwen bertahan dengan risiko mati muda, terakhir .. angkat kaki. Pls .. jangan bilang saya sinis, karena saya tidak pernah mengerti penggunaan kata tersebut .. tapi bila dikatakan saya muak dengan kondisi seperti itu, jawabnya .. emang IYA! Salam, Bodo
--- In [email protected], "Fana Soediharto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Bodo, > > Ini kutipan dari pernyatan Anda di email sebelumnya: > "Kejadian-2 belakangan ini sebenarnya dengan otak waras yang standard aja > sudah dapat disimpulkan, bahwa "FUNGSI" Kontrol dimaksud tidak telaksana > !!!!" > > Apa kalimat Anda ini tidak ada hubungannya dg penyimpulan sebab kejadian > kecelakaan? Apa dasarnya? Otak waras siapa yg dipakai? Apa kompetensi Anda > untuk menyatakan pendapat tsb? > > Coba bedakan dg komentar rekan Wal Suparmo berikut ini > > "Para Pejabat Penerbangan Sipil adalah orang2 profesional dan qualified, > juga secara internasional karena mereka memiliki sertifikat dalam bidang > ini." > > Saya tdk membela orang2 Dephub, tapi kebetulan komentar rekan Wal Suparmo > ini sesuai dg topik. Dalam meng-counter email Anda, saya merasa perlu untuk > menambahkan ilustrasi detail kecelakaan lain, supaya forum diskusi "ngeh" > kalau diskusi ini sdh melebar kmana-mana, jadi ajang caci maki. Dan > sayangnya: tidak produktif. > > No hurt feeling, ya, P Bodo! Please! > Kebetulan saja saya ambil email Anda sbg penyambung, bbrp email yg lain jg > rasanya jg membuat banyak anggota milis tidak nyaman. > > Rgds, > Fana
