Saya sih sedih kalau musibah tahun 1998 dibilang kebohongan.  Kalau ada yang 
lapor berlebihan, ingat itu konteks "chaos" waktu itu, dan masyarakat kita yang 
komunal biasanya memang ada yang menambah-nambahi cerita!  Itu tidak bisa 
dipungkiri.

Cuma kalau mau membela diri, marilah dengan cara berbuat yang lebih baik untuk 
rumah Indonesia kita, yang bebas dari rasisme, perbedaan agama dan jadikan kita 
semua KELUARGA Indonesia yang merasakan persaudaraan.  Hanya dengan BERBUAT 
BAIK kita bisa mengalahkan asumsi dan stereotipe yang keliru.

Ayo, tidak usah diperdebatkan lagi!

Salam Damai,
Daniel

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke