Jelas-jelas begitu banyak warga masyarakat mengeluh atas perilaku liar atau brutal atau istilah lain lagi yang bisa untuk menggambarkan betapa tidak seharunya begitu para pengendara sepeda motor di jalanan, tapi kenapa polisi kita tidak mengambil tindakan tegas. Apa karena pengendara sepeda motor lebih banyak jumlahnya dibanding jumlah polisi yang menjadikan para polisi ini takut mengambil tindakan tegas. Atau ada unsur pembiaran karena kalau ditindak toh paling menunjukkan dompet kosong atau isi uang cukup untuk mengisi tanki bahan bakarnya aja. Saya sebagai pengendara sepeda motor juga merasa "trataban" dan "sport jantung" kalau dipotong tiba-tiba, atau disalib tiba-tiba dengan suara klakson yang sangat keras dengan berbagai variasinya. Dan anehnya, orang-orang itu sepertinya bangga dan senang kalau ada orang lain kaget atau mati mendadak karena serangan jantung gara-gara kekagetannya itu. Kalau mau membaca karakter bangsa Indonesia, bacalah kesemrawutan jalan raya. Itulah cerminan paling nyata. Tidak butuh survei dengan biaya mahal atau ketakutan data tidak sahih. Menurut saya, fakta jalan raya adalah arena survei murah...data valid atau sahih ... responden ada dari segala usia, tingkat pendidikan, tingkat kemakmuran, dll. Tolong donk jalanan ditertibkan. Saya yang mencoba tertib menjadi takut dengan yang nekad-nekad itu (tapi tetap aja saya konsisten dengan tertib, sebab ini adalah komitmen).
Salam ----- Original Message ----- From: rchrdo To: [email protected] Sent: Tuesday, April 03, 2007 12:50 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Pengendara Motor, Pelanggar Nomor Wahid Sebrutal2nya pengendara roda 4 masih kalah jauh dibandingkan pengendara motor. Terabas sana sini, tidak perduli rambu lalu lintas, melawan arah, naik trotoar, selip sana sini, nyenggol spion atau nabrak bemper terus berlagak bego (atau emang bego beneran....?), melanggar tanda verboden, dan masih banyak lainnya kalau mau disebutkan. Kalau semua itu bukan BRUTAL lantas apa? Banyak pengalaman saya yang cukup untuk menggambarkan betapa BRUTAL dan EGOIS para pengendara motor. Bayangkan udah nabrak dari belakang sampai bemper belakang saya lecet saat saya ngerem eh malah marahan dia. Pernah juga saat lampu hijau nyala saya jalan eh tiba2 dari arah lainnya motor dengan kencang memotong jalan. Saat hampir tertabrak malah pelatat pelotot. Terus terang kadang-kadang pengen rasanya saya tabrakin aja para pengendara motor itu. Pengendara Mobil.
