http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/11/Politikhukum/3443629.htm =======================
Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri diperkirakan masih menjadi calon terkuat dalam Pemilihan Presiden 2009. Hal ini diakibatkan belum muncul calon pemimpin alternatif di masyarakat. Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Saiful Mujani memperkirakan lima calon terkuat dalam Pemilihan Presiden 2009, sesuai dengan urutannya, adalah Yudhoyono, Megawati, Wiranto, Amen Rais, dan Jusuf Kalla. "Calon baru, seperti Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, atau Gubernur DKI Sutiyoso, sampai sekarang belum menonjol. Namun, melihat kemunculan Presiden Yudhoyono yang hingga dua tahun menjelang Pemilu 2004 belum terlalu kelihatan, calon baru masih mungkin muncul meski kemungkinannya tidak terlalu besar," kata Saiful di Jakarta, Selasa (10/4). Berdasarkan survei LSI, lanjut Saiful, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Yudhoyono memang cenderung turun. Jika pada awal jabatannya tingkat kepuasan publik itu hingga sekitar 82 persen, pada Maret 2007 hanya 49,7 persen. "Tahun 2009, angka itu diperkirakan turun hingga sekitar 30 persen. Tingkat pilihan pada Presiden Yudhoyono yang sekarang sekitar 38 persen, tahun 2009 mungkin juga akan hanya 25-30 persen," kata Saiful memperkirakan. Meski demikian, lanjut Saiful, Presiden Yudhoyono masih menjadi calon terkuat dan hanya dapat disaingi oleh Megawati yang diperkirakan punya tingkat pilihan yang hampir sama. Sementara tingkat pilihan Wiranto sekitar 20-25 persen. "Masyarakat sudah tahu siapa mereka," jawab Saiful. Dengan perkiraan di atas, lanjut Saiful, jika pemilihan presiden berlangsung dua putaran, Presiden Yudhoyono dan Megawati akan kembali bertarung. "Jika sudah dua orang, sulit memperkirakan siapa yang menang. Namun, jika itu terjadi, amat menyedihkan. Sebab, berarti ada yang salah dalam regenerasi kepemimpinan di Indonesia," ucap Saiful. Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Sukardi Rinakit memprediksi hal yang sama. Ia menyebut tiga nama, yakni Yudhoyono, Megawati, dan Wiranto. Ketiga calon tersebut telah memiliki partai yang akan menjadi kendaraan politik mereka menuju pemilu presiden. Kemungkinan tokoh di luar partai muncul tetap berpeluang, namun tokoh tua tetap mendominasi. Sultan Hamengku Buwono X dinilai sebagai tokoh luar partai yang cocok memimpin bangsa. Tokoh muda pemimpin partai dinilai belum akan muncul. Selain partainya sendiri belum yakin, mereka belum memiliki rekam jejak prestasi yang menonjol. Publik belum akan memercayai kemampuan mereka bila dibandingkan dengan tokoh tua. Direktur Eksekutif The Indonesia Institute Anies Baswedan mengatakan, munculnya nama lama dalam bursa kepemimpinan nasional menunjukkan partai politik masih mengandalkan orang lama di era Soeharto. "Parpol harus punya inisiatif mengajak orang muda untuk mendampingi yang tua," kata Anies. Menanggapi perkiraan dominasi tokoh-tokoh lama dalam Pemilu 2009, aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) Teten Masduki mengatakan, masyarakat perguruan tinggi, komunitas guru, LSM, lembaga survei, maupun pers perlu aktif mencari calon pemimpin bangsa yang benar- benar berkualitas. Masyarakat perlu berinisiatif melakukan berbagai survei dan memilih calonnya sendiri. Masyarakat tidak bisa lagi hanya menunggu proses pencalonan yang dilakukan partai politik karena umumnya masih sarat dengan uang dan kepentingan elite partai. (mzw/sut/nwo)
