Berkaca dari kejadian di Thailand. Negara Monarki bukan sebagai 
perekat budaya saja. Tapi juga sebagai penentu siapa yang harusnya 
jadi pemimpin negeri itu. Thailand telah melakukan Kudeta Militer 
tapi yang terjadi adalah tidak terjadi kerusuhan sosial yang berlarut-
larut. 

Untuk Yogya. ketika melihat dalam bingkai NKRI - Jogja hanya Cagar 
Budaya...tidak lebih. Ini yang memprihatinkan.





--- In [email protected], "si_andi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Agak melenceng sedikit dari topik:
> 
> Berbeda dengan raja zaman sekarang, Pak Wal, yang dibatasi dalam 
> monarki konstitusional. Peran raja bukan sebagai penyelenggara 
> pemerintahan, melainkan sebagai lambang negara. Raja menjadi 
semacam 
> perekat budaya yang menyatukan rakyatnya sebagai satu bangsa. 


Kirim email ke