Kawan2 yang baik,
  permasalahan reklamasi pantura sebenarnya adalah perebutan ruang antara  
pemilik modal yang mengingikan lahan guna memperluas kawasan komerisal  dan 
pemukiman mewahnya dengan para nelayan yang ingin mempertahankan  aksesnya 
terhadap sumber-sumber kehidupan.
  
  Walhi Jakarta sudah mengadakan penelitian terkait untung ruginya  reklamasi 
pantura jakarta ini. Berikut sebagian hasil  penelitiannya:(untuk lebih 
jelasnya dapat hubungi  Khalisah Khalid: Kepala Divisi Kampanye WALHI Jkt di 
081311187498/021-791 97814
  
  Herdianto Wahyu Kustiadi, Research  Associated WALHI Jakarta, yang melakukan 
penelitian terhadap analisis  manfaat biaya reklamasi Pantura yakni sebuah 
analisis terhadap nilai  ekonomis pembangunan Reklamasi Pantura berdasarkan 
hitungan ekonomi  lingkungan, mendapatkan hasil temuan bahwa sesungguhnya 
proyek Pantura  bukan hanya memarginalkan kaum miskin perkotaan yang bermukim  
disepanjang kawasan yang akan terkena penggusuran dari proyek tersebut.  Tapi 
lebih dari itu, bahwa proyek reklamasi Pantura akan mengancam  kelangsungan 
ekosistem Jakarta. 

Proyek reklamasi Pantura  yang membentang sepanjang ? 32 KM dari sebelah timur 
perbatasan  Cilincing dengan Kabupaten Bekasi sampai dengan Sebelah barat  
perbatasan Penjaringan dengan Kabupaten Tangerang, dengan kedalaman 8 M  dan 
lebar 2 KM dari bibir pantai, mulai dikerjakan pada bulan Oktober  2006, dengan 
serangkaian pra syarat yang ditinggalkan. Padahal sejak  lama para aktifis 
lingkungan telah mendesak agar proyek mercusuar ini  dibatalkan, karena dampak 
kerugian ekologis yang akan ditimbulkan tidak  sebanding dengan nilai 
keuntungan ekonomi yang akan didapatkan dari  proyek tersebut. 


Kirim email ke