Woooo begitu to pak Wal? Baru tahu saya lho... Saya juga gak tau kalau umum sudah pada tahu je pak, maaf. Terima kasih sekali sudah memberikan saya wawasan baru yg mungkin selama ini saya memang kurang wawasan soal binatang spt bapak bilang :-)
Karena pernyataan bapak tsb saya tidak baca di berita KOMPAS kemaren, makanya saya bertanya ke pak Wal, apakah ada wawasan lain yg belum saya ketahui. Baik soal cara melatih binatang, sampai ke soal pemilik tak mau rugi, soal garis kemiskinan, yg memang mungkin tidak ditulis secara lengkap di berita kemaren itu pak. Apa wartawannya maybe kurang wawasan seperti saya ya? Demikian pak, maaf kalau saya membuang2 waktu bapak dgn omongan soal monyet yg tidak perlu ini pak :-) Tabik, Totot ----- Original Message ----- From: "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, April 30, 2007 10:38 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Mongkey bussiness bukti manusia derajatnya lebih rendah dari binatang > Hallo Pak Totot, > Saya adalah anggota PERKIN dan pernah mempunyai 32 ekor anjing > (beranak pinak), dan sangat dekat dengan PELATIH anjing maupun > binatang lainnya.Menurut pelatih itu yang juga melatih binatang di > SIRKUS, binatang apa saja hanya bisa dilatih kalau dalam keadaan > LAPAR dan baru bisa dipaksa melakukan sesuatu dengan HADIAH(reward) > makan. Ini sudah diketahui umum dan kalau Anda tidak tahu ,karena > maaf, Anda memang kurang wawasan. > Bahwa akan dikasih telur, sari buah , vitamin, suplemen dan makanan > bergizi dari retoran yang terkenalpun, SESUDAH ia menderita > kelaparan dan sesudah ia BEKERJA keras dengan latihan yang > kejam.Mustahil pula jika pemiliknya saja kekurangan dan tidak pernah > minum vitamin dan jarang makan telur dan juice karena tidak mampu > membeli, hal itu akan diberikan kepada bintang yang diekspoatasinya > (tetapi ini logika lain).Pemilik monyet tidak mungkin akan mau RUGI > karena yang diutamakan ia bisa makan dulu meskpun sangat > minimumsebagai orang yang berada DIBAWAH garis kemiskinan.. > Beginilah kenyataannya. > Wasalam, > Wal Suparmo
