http://www.kompas.co.id/ver1/Dikbud/0705/14/194658.htm
=======================

BANDUNG, KOMPAS--Kualitas dan mutu guru sekolah dasar di Jawa Barat,
khususnya Kota Bandung, terlihat memprihatinkan. Rendahnya penguasaan
kompetensi pedagogis dan profesionalisme guru ini memicu bahaya laten
terjadinya pendangkalan dan stagnasi keilmuan dalam dunia pendidikan.

Persoalan rendahnya mutu dan kompetensi guru ini salah satunya
tercermin dari hasil pemantauan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP)
Salman Institut Teknologi Bandung. Dari sekitar 900 guru SD yang ada
di Bandung, berdasarkan hasil pemantauan itu, rata-rata nilai indeks
mutu hanya mencapai angka 4,5. Padahal, idealnya adalah 7,0.

Direktur Eksekutif LPP Salman ITB Syamril, Senin (14/5) mengungkapkan,
penilaian itu terutama mencakup penguasaan bidang studi guru. Ini
merupakan hal yang paling pokok sebagai cerminan aspek profesionalisme
guru. Meski belum menyentuh ke arah penggunaan metodanya, namun
diyakini kondisinya tidak jauh berbeda. 

Persoalan penguasaan dan pemuktahiran materi tampaknya memang masih
menjadi momok bagi guru. Menurut Syamril, sebagian besar guru SD saat
ini masih terjebak pada kultur lama, yaitu keengganan untuk memperkaya
keilmuannya. Termasuk, berlebihannya rasa kepercayaan diri yang memicu
pada sikap menyepelekan keilmuan. (JON)




Copyright 2006 Kompas Group

Kirim email ke