Ass.Wr.Wb.

Dapatkah kiranya kita memperoleh data2 bagaimana caranya untuk mengevaluasi
mutu guru khusunya bagi guru dilingkungan Yayasan/Swasta, terutama dibidang
Pendidikan Luar Biasa.

Memang kenyataan guru2 yang telah diangkat sebagai PNS, justru sudah Gede
Rasa, sepertinya tidak ada lagi yang dapat memecat mereka dari kepegawaian,
sehingga mutu mereka lambat laun menurun sedang jika ditegor agar dapat
meningkatkan dengan mutu terkini mereka cuek saja, siapa sih yang dapat
menurunkan mereka lagi untuk jadi pengangguran. Wah terlalu percaya diri
mereka ini, sehingga  mengakibatkan mutu anak didikannya tidak bertambah
maju.

Mohon saran bagaiman cara kita untuk dapat mempertingkatkan mutu para guru2
di Tanah Air kita tercinta  ini, apa iya langkah anggota DPR sedang ditiru
oleh mereka juga.

Wassalam
Mamang





On 5/15/07, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   http://www.kompas.co.id/ver1/Dikbud/0705/14/194658.htm
> =======================
>
> BANDUNG, KOMPAS--Kualitas dan mutu guru sekolah dasar di Jawa Barat,
> khususnya Kota Bandung, terlihat memprihatinkan. Rendahnya penguasaan
> kompetensi pedagogis dan profesionalisme guru ini memicu bahaya laten
> terjadinya pendangkalan dan stagnasi keilmuan dalam dunia pendidikan.
>
> Persoalan rendahnya mutu dan kompetensi guru ini salah satunya
> tercermin dari hasil pemantauan Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP)
> Salman Institut Teknologi Bandung. Dari sekitar 900 guru SD yang ada
> di Bandung, berdasarkan hasil pemantauan itu, rata-rata nilai indeks
> mutu hanya mencapai angka 4,5. Padahal, idealnya adalah 7,0.
>
> Direktur Eksekutif LPP Salman ITB Syamril, Senin (14/5) mengungkapkan,
> penilaian itu terutama mencakup penguasaan bidang studi guru. Ini
> merupakan hal yang paling pokok sebagai cerminan aspek profesionalisme
> guru. Meski belum menyentuh ke arah penggunaan metodanya, namun
> diyakini kondisinya tidak jauh berbeda.
>
> Persoalan penguasaan dan pemuktahiran materi tampaknya memang masih
> menjadi momok bagi guru. Menurut Syamril, sebagian besar guru SD saat
> ini masih terjebak pada kultur lama, yaitu keengganan untuk memperkaya
> keilmuannya. Termasuk, berlebihannya rasa kepercayaan diri yang memicu
> pada sikap menyepelekan keilmuan. (JON)
>
> Copyright 2006 Kompas Group
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke