Pak Goen,
Saya juga melihat dan merasakan hal yang sama. Himpitan masalah 
ekonomi benar-benar sudah mengkhawatirkan. Beberapa teman yang 
dulunya bekerja dengan baik sekarang menganggur dan tak berdaya. 
Temna-teman yang berusaha untuk buka usaha hanya menjumpai betapa 
seretnya pasar sehingga modalnya habis hanya untuk bertahan. Suami 
dan istri sering bertengkar hebat karena masalah ekonomi. Saya 
kebingungan melihat fenomena ini dan juga tidak tahu harus 
bagaimana. Ini sesuatu yang besar dan di luar kemampuan kita secara 
individu untuk menyelesaikannya. Saya pikir kita harus mengatasinya 
secara berjamaah.
Salam
Satria

--- In [email protected], Goenardjoadi Goenawan 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Kalau kita lihat sekarang kondisi ekonomi mikro Indonesia sungguh 
mengenaskan, bila kita coba jalan-jalan ke supermarket, bahkan 
hypermarket, di Mall-mall terasa sepi.  Terakhir kita dengar ada 
mobil honda jazz yang terjun dari parkir lantai 6, itupun bukan ke 
Mall, namun pergi ke acara gereja.
>    
>   Kalau kita lihat, coba ke supermarket atau Hypermarket di siang 
hari, pengunjung terasa kosong.  Belanja di Mall terbesarpun 
demikian, suasana terasa sepi.  Pengunjung ramai hanya dua hari 
seminggu, yaitu pada hari Sabtu-Minggu saja.  Para pramuniaga sering 
bergerombol ngobrol dengan kelompoknya hanya untuk mengusir rasa 
kantuk, menunggu pengunjung.
>    
>   Yang masih ramai hanya pengunjung bioskop Spiderman 3, wah, 
membludak, itupun karena studio 21 telah menurunkan harga menjadi 
rata-rata Rp 35,000 bahkan di Plaza EX.
>    
>   Bagaimana kita menyikapi hal ini?
>    
>   Para pengusaha semakin terdesak, terpojok, entrepreneur kecil-
kecilan sudah gulung tikar dari tahun lalu.  Sementara restoran 
besar mengalami desakan kontraksi pasar, industry makanan menjadi 
over supply.  Lihat saja counter Donuts, atau Bakery, kebanyakan 
sepi.  
>    
>   Pengusaha harus cepat berubah haluan, istilahnya back to basic.  
Kembali ke basic.  Kalau dulu handphone yang laku adalah model 
terbaru, harga Communicator 9500 dulu sempat harganya 15 juta, 
sekarang handphone yang asal bisa untuk menelepon, syukur-syukur 
dual band, ngirit, kalau perlu rekondisi.
>    
>   Di Bandung ada Babe, Barang bekas, tokonya masih ramai.  Kita 
harus siap dengan fenomena ini Babe, kalau perlu dibuat satu paket 
kebutuhan keluarga: pisang, beras, minyak, roti, susu, Indomie, 
biscuits, selai, sabun, shampoo, detergent, baju anak-anak, odol 
satu paket seperti parcel harganya Rp 20,000.  Dananya darimana?  
tidak mungkin menjual paket tersebut semurah itu, dananya darimana?  
Bisa dari sumbangan orang kaya, sedekah, zakat, perpuluhan, atau 
sumbangan tenaga pengemas.  paket dikemas oleh pekerja voluntir, 
iklan didukung oleh media secara sukarela.
>    
>   Kondisi negara kita seperti refugee.  Kita perlu memikirkan 
makanan bagi pengangguran, selama ini mereka ditanggung oleh 
keluarga.  Ibarat keluarga beranak 4, yang dua bekerja yang dua lagi 
mengantar jemput layaknya ojek.  Lambat-laun keluarga tidak lagi 
mampu mendukung beban beratnya biaya hidup.  Akhirnya sekarang 
banyak sekali pasangan pisah ranjang hanya karena tekanan ekonomi.
>    
>   Sudah banyak sepeda motor dijual, yang sudah lunas, dikredit 
kembali, tanah dijual murah, rumah dijual, untuk makan. Kalau dulu 
pengemis banyak yang pura-pura sekarang semua orang miskin beneran.
>    
>   Warung nasi Padang yang menjual ayam kare, rendang, perlu 
dirubah menjadi warung tegal yang menyediakan teri, tahu, dan telor 
balado.  Negara kita diberkati dengan sambal.  Hanya dengan sambal 
maka makanan terasa nikmat, walaupun harus hemat. 
>    
>   Kadang seperti di sebuah foodcourt di Mall, banyak sekali orang 
makan, makanan manado, makanan sunda, bebek goreng, tom yam seafood, 
namun pernahkah kita berpikir, beberapa orang tidak cukup memiliki 
uang untuk makan disana? sedangkan makanan dipajang secara terbuka.
>    
>   Di Jerman dan beberapa negara Eropa ada undang-uandang yang 
tidak menghukum pencuri makanan yang melakukan karena lapar, dan 
miskin.  Manusia kalau tidak diberi makan, apa disuruh mati saja?  
Bahkan salah satu peri kebinatangan adalah setiap binatang wajib 
diberi makan.
>    
>   Sekarang kalau melamar kerja masih untung mendapat penurunan 
gaji, karena bahkan perusahaan terbesarpun melakukan pengurangan 
karyawan, calon karyawan sudah tidak lagi menuntut Toyota Vios, atau 
Avanza, naik sepeda motor atau Busway pun cukup, asal anak-anak 
tidak putus sekolah.
>    
>   Uang pesangon PHK tahun lalu sudah habis, karena iklim investasi 
sungguh memburuk.  Bila anda Manajer Senior, lakukanlah yang 
terbaik, bukan karena mengejar gaji anda, lakukanlah untuk menolong 
menyelamatkan karyawan dari pengangguran.
>    
>   Pemerintah perlu memikirkan pengangguran ini, bila tidak maka 
bukan masalah demo buruh yang ditakutkan, namun demo pengangguran.  
Taksi di pool-pool banyak yang menganggur, apakah tidak cukup 
sopir?  masalahnya sopir banyak, namun penumpang kurang, sehingga 
banyak sopir taksi kerja rodi, keliling seharian hanya impas untuk 
biaya bensin.
>    
>   Acara  TV seperti Deal or No Deal, Who want to be millionaire, 
Super Deal 2 Milyar perlu dihentikan, sungguh menyakitkan melihat 
uang Rp 150 juta diberikan begitu saja kepada kontestan.  sungguh 
menyakitkan.
>    
>   Polisi sekarang kalau mau menilang harus ngotot-ngototan karena 
sopir pun taidak punya uang, sehingga beberapa Polisi terpaksa 
menutupi mukanya dengan helm dan menutupi nama di dadanya dengan 
penutup saku yang diganjal HT.
>    
>   Pemerintah perlu melakukan crash program seperti karang taruna, 
atau organisasi pemuda mungkin tanpa gaji, namun paling tidak 
disediakan makanan dan kesibukan.  Saat ini para pengangguran sudah 
tidak lagi mencari uang, namun mereka sudah mencari harga diri yang 
semakin lama semakin menipis....
>    
>   Bila hidup tidak dihargai, maka orang akan mencari mati.
>    
>   salam,
>   GG
> 
>        
> ---------------------------------
> Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not 
web links. 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke