Info for you guys! Semoga bermanfaat.. .
 
Jorie


Jolanda D Matakupan <[EMAIL PROTECTED] delirium. com> wrote:
  
  Guys... Sekedar info nih. Kalau kena tilang, langsung minta aja Slip Biru. 
Polisi Lalulintas itu punya 2 slip. Slip Merah   dan  Slip Biru. Kalau Slip 
Merah, berarti kita menyangkal kalau melanggar aturan dan mau membela diri 
secara hukum. Kalau kita dapat Slip Merah  , berarti kita akan disidang. Dan 
SIM kita harus kita ambil di  pengadilan setempat. Tapi ngerti sendiri kan 
prosesnya? Nguantri yg  panjang bgt. Belom lagi calo2 yang bejibun. Tetapi 
kalau  Slip Biru  kita mengakui kesalahan kita dan bersedia membayar denda. 
kita tinggal  transfer dana ke nomer rekening tertentu (BNI kalo ga salah). 
Abis gitu  kita tinggal bawa bukti transfer untuk di tukar dengan SIM kita di  
kapolsek terdekat dimana kita ditilang. Misalnya, kita ditilang di  Perempatan 
Mampang-Kuningan, kita tinggal ambil SIM kita di Polsek  Mampang. Dan denda 
yang tercantum dalam KUHP Pengguna Jalan Raya itu  tidak melebihi Rp. 50.000,- 
dan dananya Resmi, masuk ke Kas Negara. Jadi, kalau ada Polantas
 yang sampe minta  undertable  Rp. 75.000,- atau Rp. 100.000,- Biasanya di 
Bunderan HI arah Imam  Bonjol tuh, (sorry) but it's Bu**S**t! Pasti masuk 
kantong sendiri.
  
  Trust  me guys, I've been doing this before. Waktu kena tilang di Bundaran  
Kebayoran (Ratu Plaza). Saya memotong garis marga. Karena dari arah  senopati 
sebelumnya saya berfikir untuk ke arah Senayan, tetapi di  tengah jalan saya 
berubah pikiran untuk lewat sudirman saja. Dan saya  memotong jalan. Saya 
berhenti di lampu merah arah sudirman. Dan  tiba-tiba Seorang polisi 
menghampiri dan mengetok kaca mobil.  Dia tanya, apa saya tau kesalahan saya? 
Ya saya bilang nggak tau. Trus  dia bilang kalau saya memotong Garis Marka 
(atau apalah namanya, garis  yang bukan garis putus-putus). Saya cuman bilang, 
masa sih  pak? saya nggak liat. Maafin deh pak. Tapi dia ngotot meminta SIM 
saya.  Alhasil saya harus berhenti sejenak untuk bernegosiasi. Dia meminta Rp. 
70.000,-.  Dengan alasan, kawasan itu adalah Kawasan Tertib Lalulintas. "Nyetir 
 sambil nelfon aja ditilang mbak!". Dia bilang gitu. Saya kembali ke mobil,  
dan berbicara sama teman saya yang kebetulan menemani perjalanan
 saya.  Teman saya bilang, "Udah kasih aja Rp. 20.000,- kalo ga mau loe minta  
Slip Biru aja". Dengan masih belum tau apa itu Slip Biru, saya kembali  
menghampiri pak polisi sambil membawa uang pecahan Rp. 20.000,-. "Pak,  saya 
cuman ada segini." Si polisi dengan arogannya berkata, "Yaahh..  segitu doang 
sih buat beli kacang juga kurang mbak". Sambil tertawa  melecehkan dengan 
teman2nya sesama `Polisi Penjaga`. "Ya udah deh pak,  kalo gitu tilang aja. 
Tapi saya minta Slip yang warna Biru ya pak!".  Seketika saya melihat raut 
wajah ketiga polisi itu berubah. Dan dengan  nada pelan salah satu temannya itu 
membisikkan, tapi saya masih  mendengar karna waktu itu saya berada di dalam 
pos. "Ya udah, coba  negoin lagi, kalo ga bisa ga papalah. Penglaris, Mangsa 
Pertama.  Hahahaha..." . Sambil terus mencoba ber-nego. Akhirnya saya yang  
menjadi pemenang dalam adu nego tersebut. Dan mereka menerima pecahan  Rp. 
20.000,- yang saya tawarkan dan mengembalikan SIM saya. Dalam 
 perjalanan, teman saya baru menjelaskan apa itu Slip Biru.
  
  So, kalo dititalng. Minta Slip Biru aja ya! Kita  bisa membayangkan dong, 
bagaimana wajah sang polantas begitu kita  bilang, "Saya tilang aja deh pak, 
Saya mengaku salah telah menerobos  lampu merah.Tolong Slip Biru yah!". Pasti 
yang ada dalam benak sang polisi "Yaahh... ngga jadi panen deh gue..."
  
  Drive Save, Drive Carefully, & Cheers,
  _________________________________________________________
  Jolanda D Matakupan
 The Jakarta Delirium   Event Organizer, Production House, Architect & Interior 
Design, Export Import Delivery Services. 
e-mail:  : [EMAIL PROTECTED] delirium. com 
Phone   : +6221.30730701 
Mobile  : +62811.176.706
  
   
  
 
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke