Dari cek and ricek di media, saya berasumsi ini insiden yang
benar-benar di luar kontrol pemerintahan negara bagian NSW atau
pemerintahan federal Australia. Tapi sekedar "kreativitas" dua orang
polisi NSW bidang koroner (CSI-nya Australia) yang berkerja di luar
tuntutan tugas.

Jadi menggunakan istilah Amin Rais, ini sekedar "khilaf". Atau
sementara orang di milis sini, "kebetulan". Dan karena individu, bukan
organisasi (LSM atau Government) yang berulah, maka alasan "khilaf"
atau "kebetulan" saya pikir bisa diterima (Amin Rais atau PAN sih.....?)

Walau patut disesalkan, saya salut dengan CSI NSW, detective Sergeant
Steve Thomas dan rekannya yang anonim. Seharusnya begitulah
polisi-polisi kita bekerja. Tapi apa daya, yang terjadi adalah sudah
ada koruptor mengaku, pembunuh yang sudah jelas, masih juga belum
ditangkap. Dengan alasan "tidak ada kuitansi.....".

Masya Allah....

Mayoritas pendapat umum disini pun, setidaknya hingga saat ini,
beranggapan bahwa tindakan itu salah, dan berlawanan dengan etika umum
maupun diplomatik. Dan permintaan maaf juga sudah diberikan...langsung
dari Dubes dan Premier NSW.

Jadi kenapa FPK....masih marah-marah....?

Salam,

btw, pendemo itu bukan pengganggur .....(ini pakai definisi resmi dari
BPS loh....).


--- In [email protected], "miskintapisombong"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> kelihatan-nya pak sutiyoso menggalangkan kekuatan bangsa hanya untuk
> gengsi pribadinya. Mengapa harus di iklankan masalah ini kepada
> rakyat Indonesia yang sudah hampir bosan dengan berbagai macam demo.
> dengan alasan menjaga martabat bangsa, rakyat terpaksa harus demo
> lagi dan demo lagi. kalu saja jumlah orang yang demo untuk masalah
> ini di kerahkan untuk membersihkan jakarta pasti jakarta sudah
> kekurangan sampah.
>
> saya jamin orang australia tertawa geli dengan pristiwa ini, karena
> yang rugi adalah orang indonesia yang demo. kalau saja waktu yang di
> pakai untuk demo di pakai untuk cari uang pasti masa depan
> keluarganya akan sedikit lebih baik. Semua orang mengerti kalau pak
> Sutiyoso merasa malu dan merasa di lecehkan, tingka polisi autralia
> itu sangat tidak wajar terhadap tamu resmi negara mereka, tapi
> haruskah pak sutiyoso membawa rakyat Indonesia ikut berkubang dalam
> lumpur politik australia??
>
> orang australia keturunan, penjahat?, narapidana? anjing, babi, najis
> dan di maki dengan segala kata kotor tapi sekali lagi mereka hanya
> cengar-cengir.
>
> pertanyaan-nya adalah mengapa pak Sutiyoso tidak menyelsaikan masalah
> ini secara internal antara kedua pemerintah indonesia dan australia??
> masih belum cukupkah demo2 yang di lakonkan hampir setiap minggu di
> jakarta?
>
> secara ekonomi(ekonomi indonesia) masalah ini akan lebih murah kalau
> di selesaikan secara internal,
> kalau para pendemo adalah bukan penganggur bayangkan nilai ekonomi
> dari waktu yang mereka pakai untuk demo?
>
> salam
>
> --- In [email protected], "Agus Hamonangan"
> <agushamonangan@> wrote:
> >
> > http://www.kompas.co.id/ver1/Nasional/0705/30/115008.htm

Kirim email ke