Yupe sejajar. Tapi prakteknya sekarang ini, DPR merasa lebih berkuasa dar Presiden. Kalau ada negara masalah, pemerintah yang akan dihujat orang. Dalam hal ini Presidenlah kepala pemerintahnya. Dan DPR saya lihat justru bukan bekerjasama dengan pemerintah untuk perkembangan negara ini, tapi sebaliknya selalu melakukan sabotase sampai Presiden tidak bisa bergerak dengan leluasa dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurut saya ya wajar saja kalau Presiden-Presiden kita tidak bisa memenuhi sebagian besar targetnya. Wong, dia kan mesti kerjasama dengan Dewan, dan Dewannya gak bisa kerja tapi merasa dirinya DEWA yang terus minta disembah.
Jadi masalahnya bukan Presiden takut datang atau tidak. Tapi PERLU atau TIDAK menanggapi anak2 TK, dan ditambah lagi untuk ngomongin masalah Rumah orang lain. Buat anggota DPR kalau ada yang kebetulan di milis ini, "Urus dulu lumpur di halaman belakang. Dan RAMPOK yang nongkrong di GERBANG rumah sendiri". On 6/7/07, winasis3103 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > pak paulus, > presiden sama dpr itu sama-sama lembaga tinggi negara. jadi sejajar, > gak ada yang lebih tinggi. tugasnya kan juga berbeda. saya setuju > sih, presiden gak usah takut datang. [Non-text portions of this message have been removed]
