Saya setuju sekali dengan tulisan Pak Tri Handoko. Memang menyumbang itu sangat baik kalau memakai duit pribadi, tetapi memakai duit hasil korupsi atau memakai uang negara, apa nggak salah tuh? Saya nggak habis mengerti kenapa ada orang yang menganggap si penerima sumbangan itu salah. Bukankah seharusnya dia menyanyakan uang sumbangan itu asalnya darimana? Salam. --- Tri Handoko Seto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> baginda raja, > > sumbangan itu salah jika asal duit yg digunakan > untuk nyumbang nggak bener. setiap ini seringkali > penguasa berkunjung ke daerah2 dan membagi2kan > sumbangan. kalau sumbangan itu ya mestinya pakai > duit yg bener. sekarang kira2 ada nggak dalam tata > keuangan departemen/lembaga pemerintah yag > dialokasikan untuk sumbangan? kalau tidak ada, > mestinya tidak boleh menyumbang, kecuali pake duit > pribadi pejabatnya. > > bener bahwa banyak pesantren yg bisa jalan karena > sumbangan. banyak masjid yg berdiri karena > sumbangan. tapi apalah artinya jika sumbang > menyumbang ini dilakukan dg mencuri duit negara? > bisa jadi sumbangan ini adalah investasi politik. > lha investasi politik kalau pake duit negara ya > nggak bener. apalagi jika ada yg berpikiran: kalau > saya bisa nyolong untuk nyumabng masjid 1M maka dg > cara yg sama saya juga bisa nyolong untuk nyumbang > keluarga saya 1M. lha... kalau caranya begini kan > lebih repot lagi. > > kesalahan lain dari kegiatan sumbang menyumbang pake > duit negara ini mengakibatkan tidak adanya > pemerataan apalagi keaddilan. tergantung moodnya > pejabat saja. > > jadi, tidak selamanya menyumbang itu baik.
