Coba anda baca dengan cermat.
Mbak Vida saya perlu meluruskan, bahwa saya tidak pernah mengatakan komposisi 
wanita / pria 70/30, yang benar di kampus saya (UKM) Malaysia perbandingan 
mahasiswi/mahasiswa (70:30). Ini sumbernya valid berita kampus lho. Dan pada 
saat ini hukum berpoligami di Malaysia sudah bergeser yang dulu harus ada bukti 
hitam diatas putih untuk beristri lebih dari satu.  Si istri pertama harus 
tanda tangan sebagai tanda persetujuan suaminya kawin lagi, maka sekarang si 
istri hanya cukup diberitahu oleh jawatan agama islam, bahwa suaminya layak 
(kalau semua persyaratan dipenuhi)  beristri dua dan si istri tidak perlu di 
mintai tanda tangan sebagai tanda setuju. Saya tidak menganjurkan poligami 
dipermudah lho... hanya memberi info bahwa di Malaysia (bukan Indonesia) aturan 
syahnya perkawinan kedua atau ketiga tidak diperlukan lagi tanda tangan istri 
pertama. Di Indonesia saya fikir masih tetap harus ada tanda tangan istri 
pertama untuk mengesyahkan perkawinan yang kedua dst.


Salam
Bu Reni


----- Original Message ----
From: vida_junita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, June 19, 2007 1:53:12 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Perempuan penggoda???

Numpang lewat bentar :)

Berikut saya copy paste dari tanggapan sebuah comment di postingan
blog saya (http://www.bebekrew el.com/polyandri)

waaa..klo gitu ya semakin kasihan dong yg namaya cew..sebab di bumi
ini lebih banyak cew nya dari pada cow.klo poliandri�jadi semakin
banyak cew yg menjomblo��jadinya jomblo lagi deh
覧覧覧覧覧覧覧覧蘭

Pernyataan salah yang selalu didengung-dengungka n orang yang pro
poligami. Entah mereka dapet data itu dari mana. Sampai saat ini saya
tidak pernah melihat ada data yang menyatakan bahwa jumlah ce >
jumlah
co secara drastis. Yang ada selalu adalah jumlah co lebih banyak dari
jumlah ce (terutama yang masih muda). Bayi co pun lebih banyak dari
bayi ce di mana2. Tapi karena umur harapan hidup co lebih pendek,
maka
dari yang umurnya seangkatan, jumlah co makin menyusut di angkatan
umur yang lebih tua.
Berikut data dari CIA - the world factbook:

sex ratio (world):
at birth: 1.06 male(s)/female
under 15 years: 1.06 male(s)/female
15-64 years: 1.03 male(s)/female
65 years and over: 0.79 male(s)/female
total population: 1.01 male(s)/female (2006 est.)

sex ratio (Indonesia):
at birth: 1.05 male(s)/female
under 15 years: 1.04 male(s)/female
15-64 years: 1 male(s)/female
65 years and over: 0.77 male(s)/female
total population: 1 male(s)/female (2006 est.)

Kalo ga mau percaya sumber dari CIA, kita lihat apa kata dari sensus
penduduk 2000 Indonesia versi Badan Pusat Statistik (Diambil dari:
Berita Resmi Statistik No. 26 / V / 3 Juni 2002)

Rasio Jenis Kelamin

Dari total penduduk sebanyak 206 264 595 orang, sebanyak 103 417 180
orang laki-laki, sedangkan selebihnya yaitu 102 847 415 orang
perempuan. Rasio jenis kelamin penduduk Indonesia adalah sebesar
100,6, yang berarti proporsi penduduk laki-laki lebih banyak dari
proporsi penduduk perempuan. Bila dilihat pola rasio jenis kelamin
dari tahun 1971 ke tahun 1990, memang kecenderungannya bergerak
mendekati 100, bahkan di tahun 2000 sudah di atas 100. Rasio jenis
kelamin sebagian besar propinsi juga sudah di atas 100. Sementara
Bali, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tenggara mengalami perubahan
pola rasio jenis kelamin. (Tabel 4)

Catatan: sensus ini dapat diakses di
http://www.bps. go.id/sector/ population/ Pop_indo. htm
(waktu itu saya membuka dalam file bentuk pdf, tapi sekarang saya
tidak bisa melacak alamat dari file pdf tersebut)

Sila lanjutkan diskusi :)

Salam,

Vida
http://www.bebekrew el.com



Kirim email ke