Si Eni Faleomavaega (begitu ejaan yang benar) membawa isu pepera dan 
referendum; buntut-buntutnya tujuannya mempromosikan pemisahan Papua 
dari Republik Indonesia. Wajar saja dia dilarang ke Papua. 

Tapi saya heran, mengapa orang itu penting sekali bagi Anda? Kalau 
benar Anda bukan separatis, bukankah isu yang dia bawa tidak ada 
gunanya dan malah membelokkan kita dari masalah pemerataan 
pembangunan, pencemaran lingkungan, dan korupsi di Papua?
 
Jadi balik lagi: dimana saat ini Anda berdiri, Bung Papuan Diary? 
Mengapa Anda tidak mau disebut separatis? Saya bertanya hanya agar 
kita bisa berdiskusi dengan jujur dan terbuka. Bicara keadilan dalam 
cita-cita provinsi Papua yang adil dan sejahtera tentu berbeda 
dengan bicara keadilan dalam cita-cita negara Papua yang adil dan 
sejahtera. Anda bicara saat ini dalam cita-cita yang mana?

Andi

--- In [email protected], "Papuan Diary" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Ya udah deh, itu pikiran Bung. Silahkan berpikir dan berkata 
seperti itu.
> Kalau memang merasa tidak berbuat sesuatu yang tidak benar di 
Papua, mengapa
> kunjungan Eni Valeomavaega [Ketua Sub Komite Hub. Internasional 
Senta AS]
> tidak atau dihambat kedatangannya ke Tanah Papua?
> 
> Mari bijaksana dan berkata dan bertindak. Itu informasi saja buat 
Bung,
> kalau tdk salah hari ini Eni ada di Jakarta? Saya mendengar kabar 
dia tidak
> diperkenankan datang kesini.
> 
> Hahaha..lucu juga ya, kalau merasa gak buat salah atau sudah 
melayani rakyat
> Papua dengan baik dan benar, mengapa teman-teman anda di Kabinet 
Indonesia
> Bersatu dan DPR-RI mau menghambat kedatangan Eni Valeomavaega ke 
Tanah
> Papua?
> 
> Biarkan dia ke Papua, supaya dia bisa melihat bahwa pembangunan 
tidak jalan
> sama sekali di Papua. Biar dia tahu bahwa bantuan2 UE maupun AS 
melalui
> Jakarta kandas di wilayah Jakarta saja tidak terus ke Tanah Papua, 
biar dia
> tahu, laporan resmi pemerintah Indonesia selama ini hanya lips 
service
> belaka, hanya isapan jempol.
> 
> Bertindak bijak saja kok repotnya setengah mati? Wah, saya jadi 
balik
> berkata: GITU AJA KOK REPOT BUNG  HANIWAR YANG TERHORMAT?????
> 
> Salam Perubahan!
> 
> On 7/3/07, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Mas Andi.
> >
> > Bagaiama kalau baris terakhir :
> >
> > Kalau memang lebih senang merdeka, apalah arti label?
> >
> > diubah jadi
> >
> > Kalau memang lebih senang berpisah/separate , apalah arti label?
> >
> > Memangnya dijajah siapa sih.. mau merdeka..??/
> >
> > Kalau mau separate disebut aau diberi label separatis... ya 
terima aja
> > dengan legowo.... gitu aja kok repot..
> >
> > Salam
> >
> > Haniwar
>


Kirim email ke