Teman2 semua Sangat mengusik kalau membaca komentar kita semua yang menyatakan "tidak ada toleransi bagi gerakan separatis" terutama kita ini yang tinggal di Jabodetabek, di Jawa.
Pernahkah kita membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan sesama warga negara indonesia di .........Papua. Pernah kah kita melihat apa yang disebut jalan TRANSPAPUA. Apakah masuk akal wilayah katanya salah satu yang terkaya di Indonesia. Untuk jarak 400 km harus ditempuh dalam waktu 3 hari 2 malam, karena yang ada hanya jalan tanah/berlumpur. Dengan syarat harus ikut MENARIK - MENGANGKAT kendaraan nya bila terperosok di lumpur/parit.....biaya tranportasi per orang .....cuma 400 ribu saja....thn 2005. Jalan TRANSPAPUA itu adalah jalan arteri NASIONAL (saya memiliki film nya) - kondisi diatas terjadi selama 8 bulan dalam 1 tahun. Bayangkan dengan apa yang selalu diributkan oleh kita2 menjelang hari raya kalau jalan PANTURA rusak....wah seluruh perhatian pimpinan negara ini dan kegiatan aparat dikonsentrasikan untuk melancarkan kegiatan mudik. Apakah sesama warganegara INDONESIA di PAPUA atau pulau lainnya, mendapatkan HAK yang sama dengan kita semua yang kebetuhan hidup di pulau Jawa, kalau kita setuju dengan jawaban TIDAK....... - apakah kita akan menyalahkan sesama warga negara yang hak nya diabaikan untuk melakukan gerakan separatis ? - Atau kita harus bersama-sama dengan mereka untuk mendesak / atau berbuat sesuatu agar Pemerintah memperbaiki kondisi mereka disana ? - Atau kita harus menganjurkan mereka semua yang ingin haknya sama dengan kita untuk pindah ke JAWA ? - atau......??????? Pernah dipertanyakan HAK WARGA NEGARA yang menjadi KEWAJIAN PEMERINTAH untuk menjamin hak2 tersebut terpenuhi, sampai sekarang belum ada yang dapat memberikan jawaban yang pasti. Walaupun ia seorang aparat pemerintah di pusat sekalipun. Rudy Th -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Papuan Diary Sent: 07 Juli 2007 5:40 To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [email protected]; dpr Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Tidak Ada Toleransi bagi Gerakan Separatis Dear All, Sedih saya membaca celotehan anda. Sudah berulang kali secara rasional saya coba menjelaskan dengan sabar, bahwa di Papua sini, banyak terjadi pelanggaran HAM, hak-hak dasar, dan bahkan kami merasa ada proses "driskriminasi rasial!" Itu terjadi disebuah bangsa besar yang menganggungkan "Bhineka Tunggal Ika." Pertanyaan saya: begitu buruk kah mentalitas Bangsa ini, sehingga hanya untuk mengaminkan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila dan UUD 45. Semuanya harus dikorbankan, bahkan hak untuk hidup bebas, hak untuk kritis, hak untuk bicara benar. APAKAH SEMUA TIDAK DIPERKENANKAN DI NKRI?? Baca harian kompas kemarin. Barnabas Suebu, gubernur Papua katakan, setelah hampir 5 tahun, dana OTSUS baru hanya diberikan 1 Trilyun rupiah. Bandingkan apa yang dikatakan Taufik Kiemas dan bandit-banditnya sewaktu ke AS dan katakan bahwa pemerintah telah meningkatkan anggaran OTSUS Papua menjadi 40 Trilyun rupiah. Ini semua omong kosong, BULL SHITT! Besar mulut, besar bohong, besar dusta! Ini semua terjadi di NKRI ini. Di negara yang kita sama-sama inginkan maju, di negara yang kita sama-sama hidup sebagai "bangsa yang belum selesai menjadi bangsa!" Kalian kok jadi seperti TNI/Polri yang tidak mengindahkan hak orang berekpresi? Kok jadi seperti orang yang dikhianati? Siapa yang berkhianat? Pemimpin Bangsa ini dan TNI/Polri yang berkhianat, bukan rakyat. Sekali lagi, bukan rakyat! Dan apa yang dilakukan rakyat Papua adalah suatu kewajaran. Itu proses sejarah. Apa kata Bung Hatta? INI SUATU PROSES DARI APA YANG DINAMAKAN HUKUM BESI SEJARAH! That's it. Teroris? Kok saya gak yakin kalau anda menyebut saya dan teman2 saya teroris. Apa yang kami rusak? Apa yang kami curi? Apa yang kami rampas dari kehidupan anda dan teman2 lain sebagai suatu bangsa?
