Saudaraku, aku rasa engkau tidak terluka ataupun marah. Engkau cuma mengidap 
sakit gila. 
   
  Benderamu benderaku juga. Tapi aku tak akan menyumpahi orang agar bernasib 
seperti Munir hanya karena orang itu menghina benderaku. Munir adalah 
penjunjung nomor satu bendera yang kau puja-puja itu, dan dia mati karena 
menjaga bendera itu agar tetap di atas, dan tak diinjak-injak oleh para 
pengkhianat bangsa yang mengaku-aku sebagai pahlawan bangsa. Munir tak kalah 
terhormat dari Susi Susanti dan Yayuk Basuki. Ia kehilangan nyawanya karena ia 
terlalu mencintai bangsa ini dan benderanya.
   
  Jika kau mau mengayunkan mandaumu, cobakanlah dulu kepada para pelanggar HAM, 
para koruptor, para demagog, para pembunuh dan penghisap darah rakyat yang 
menyebut diri sebagai PEMIMPIN bangsa ini. 
   
  Namun, yang lebih penting lagi, Saudaraku, saat ini yang paling kau butuhkan 
adalah obat penenang.
   
  manneke
yang tangannya selalu tergetar setiap kali melipat sang merah putih.
   
  
ajud ajudri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Aku yang terluka dan marah.

Menyaksikan liputan demo kelompok konferensi masyarakat Indonesia yang 
menyuarakan perlindungan Ekologi di TV swasta, kemarahanku tumpah tak 
terbendung.

Aku mengutuk kalian "Peserta konferensi masyarakat Indonesia yg demo 
perlindungan Ekologi" dalam sumpah serapah yang paling kotor, kalian jahanan, 
haram jadah, semoga kau dihimpit bumi dan ditelan gelombang laut.

Aku tak sanggup tidur, badanku menggigil karena kesal, amarahku memuncak dari 
ujung rambut sampai ke ujung kuku. Nafasku menjadi sesak dari ubun-ubun sampai 
liang dubur...aku benar-benar marah dan kecewa.

Andai aku berada disana, andai aku sanggup terbang kesana, tentu aku akan bunuh 
kalian dengan mandauku, akan kucincang kalian,akan kucabik jantungmu manusia 
tak berbudaya, tak beradap, tak bermoral. 

Biarlah diriku terpenjara, biar aku di hukum mati, persetan semua itu.

Aku tak rela benderaku kau lumpuri. Apapun makna serimonialmu, apapun skenario 
yang kau bangun, atas dalih dan tafsir apapun. Kau yang terkutuk, aku tak 
memaafkanmu.

Aku tahu bendera hanyanyalah sebuah kain. Namun itu simbul negara yang sejak 
kecil aku diajari 
"untuk menghormati negaraku dari simbul-simbul itu,
"untuk mencintai negeri ini, dari simbul-simbul itu.

Aku bangga menjadi bagian yg menyelenggarakan acara pengibaran bendera setiap 
hari senin di sekolahku

Aku turut menangis sesat Susi Susanti mencium bendera dengan mata sembab karena 
tangis pada saat penghormatan anugrah mendali emas pertama kita di olimpiade 
Barcelona.

Aku terharu bangga saat kejadian serupa,saat Yayuk Basuki mendapat mendai emas 
di Asian game, saat Taupik mendapatkan mendali emas olimpiade di Atena.

Aku menghargai benderaku, aku mencintai benderaku.

Dirumah kami bendera selalu dilipat rapi dan di taruh dalam almari pada rak 
bagian teratas. 

Saat menggunakannya, saat memasangnya, kami sekeluarga selalu berhati-hati, 
agar ujungnya jangan tersentuh tanah. Karena kami begitu mencintai bendera itu. 

Kenapa kau mengotorinya dengan lumpur...aku tak terima apapun alasannya.

Kalau kau membakar boneka replika para Menteri atau Presiden sekalipun. Tentu 
aku tak akan peduli. Presiden boleh berganti, Menteripun demikian, tapi bedera 
yang kita punyai tak pernah tergantikan.

Aku jelas ingat wajahmu, rambutmu yang panjang, dadamu yang telanjang, warna 
sarung yang kau pakai...aku ingat sekali wajahmu yang membuatku selalu ingin 
muntah.

Kalau kau bukan anak bangsa ini maka segeralah enyah dari negeri ini.

Kalau kau anak negeri, cepatlah kau minta maaf, cepatlah kau bertobat, sebelum 
jantungmu kucabik...karena jelas aku dendam denganmu.

Wahai mahasiswa yang saat itu ada disana, wahai teman polisi yang ada disana, 
wahai tentara yang ada disana, wahai bapak-bapak, teman-teman, saudaraku 
sebangsa yang saat itu berada disana, kenapa kau tak sedikitpun bergerak untuk 
menyelamatkan merah putih kita. Kenapa kau tak terluka, kenapa kau tak merasa 
terhina, saat benderamu di kotori lumpur. Lupakah kalian dengan bendera bangsa 
kita. Bendera yang diperjuangkan oleh pendahulu kita. Kenapa kalian menjadi 
begitu pengecut, kenapa ???

Aku mengutuk kalian haram jadah, pecudang negeri ini. Kalau aku ketemu kau tuan 
berambut panjang bertelanjang dada, bersarung kotak-kotak, akan kuracun kau, 
biar kau mati seperti MUNIR.

''''''''Bendera merah putih
'''''''Bendera bangsaku''''''''''''''''''''''''''''''

Aku anak negeri yang begitu cinta negeri ini.




         

                
---------------------------------
Share your photos with the people who matter at Yahoo! Canada Photos

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke