Wah..kalo boleh saya membaca pikiran Prof, 1.Hal itu bukan berarti Pak'e setuju dengan perbuatan pelumuran Sang Merah Putih tercinta bukan ? 2.Tindakan pelumuran tersebut dapat dianggap penghinaan ? betul dan satuju, Tetapi perbuatan penghinaan yang mereka lakukan itu, TIDAK BERARTI APA-APA JIKA DIBANDINGKAN dengan Perbuatan KORUPSI yang dilakukan oleh para KORUPTOR, PELANGGARAN HAM yang dilakukan oleh para PELANGGAR HAM. 3.Sementara itu disisi lainnya si KORUPTOR dan si PELANGGAR HAM, dalam kehidupan kesehariannya memperlakukan Sang Merah Putih dengan amat sangat terhormat. 4.Sehingga Simbolistik dijadikan Pembungkus Kemunafikan dan Kepalsuan. 5.Jika saya disuruh "Memilih" maka saya akan "Memilih" membakar hidup-hidup si KORUPTOR dan si PELANGGAR HAM dari pada saya membakar hidup-hidup si PENCOPET yang ketangkap basah. 6.Saya juga boleh koq beranalogi misalnya, dalam ajaran Islam yang saya anut mengajarkan bahwa "Sholat" itu bertujuan serta dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Apa bedanya perbuatan Keji dan perbuatan Mungkar itu ? Perbuatan Keji adalah perbuatan dosa antar manusia terhadap manusia lainnya, contohnya menzholimi, Korupsi, nyopet, nggarong, ngerampok dll. Sedangkan Perbuatan Mungkar adalah perbuatan dosa antar manusia terhadap khaliknya Allah Wajallah, contohnya misale minta ajimat kepada "Ki Gendheng Suhaimi" agar karir politinya lancar dll. Lah...si KORUPTOR dan si PELANGGAR HAM itu banyak yang dah wolak-walik pergi Haji dan Umroh loh ! Lah...si KORUPTOR dan si PELANGGAR HAM itu saban Idul Adha berkurban Sapi atawa Embek loh ! Banyak loh...diantara para KORUPTOR dan PELANGGAR HAM itu pada Khattam Qur'an, hapal Ratusan Hadist Sahih, Jidad-Jidad mereka terlihat Lebam sebagai "SIMBOL" bahwa mereka taat Sholat.
Saya hanya ingin mengajak teman-teman miliser untuk tidak terpanah oleh "SIMBOLISTIK" semata ! semoga saja amiin. Suhaimi ----- Original Message ----- From: Muhammad Rivai Andargini To: [email protected] Sent: Friday, July 06, 2007 8:26 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Aku tak rela bendera "merah putih"ku dilumpuri. Wah Prof, Kita kan nggak bisa membenarkan sesuatu dengan menafikan yang lain. Kalau begitu terus nanti analoginya bisa bermacam-macam. Boleh dong kita mencuri dari koruptor. Boleh dong kita memukuli koruptor, pelanggar HAM, pencuri uang rakyat, pemeras, bajingan, dan preman berdasi yang mengaku diri sebagai penguasa negeri ini. Bagaimana mekanisme pembenarannya. Saya lebih setuju bahwa kita sebal pada koruptor, pelanggar HAM, pencuri uang rakyat, pemeras, bajingan, dan preman berdasi yang mengaku diri sebagai penguasa negeri ini, namun kalau mau demo, pilihlah simbol yang tidak melambangkan negara. Buatlah boneka koruptor, pelanggar HAM, pencuri uang rakyat, pemeras, bajingan, dan preman berdasi yang mengaku diri sebagai penguasa negeri ini dan lumuri mereka dengan lumpur. Vavai
