Membaca penjelasan pak Jovin, lemas hati saya. Betapa tidak? Ternyata selama 
ini kita betul2 dibuat tergantung oleh sistem AS sehingga begitu kena embargo, 
lumpuhlah TNI AU. Entah bagaimana pula dengan matra TNI lainnya. Aapakah kita 
tidak punya pilihan lain selain menghamba pada AS?

Salam,
anggi


  ----- Original Message ----- 
  From: Jovin Rudi Atmanto 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, February 26, 2008 10:23 PM
  Subject: RE: [Forum Pembaca KOMPAS] AS Tawarkan Jet Tempur F-16 Kepada 
Indonesia


  DI tahun 1980-an, pesawat tempur paling canggih yang dimiliki TNI AU adalah
  F-5E Tiger II. Sulit untuk dikatakan "garang" dengan pesawat berkemampuan
  seperti itu. Dalam prakteknya, semenjak era 60-an pada waktu konfrontasi
  dengan Malaysia di mana TNI-AU dipersenjatai oleh Uni Sovyet pada waktu itu
  dengan pesawat seperti MiG-21 (fighter) TU-16 (Bomber) dan IL-28 (anti
  submarine), angkatan bersenjata Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk
  melakukan ofensif, paling hanya cukup untuk bela diri saja. Saya pikir tidak
  tepat juga istilah "garang" di tahun 80-an. 

  Kembali ke soal pesawat F-16. Lepas dari nuansa politis di belakangnya, IMHO
  lebih ekonomis untuk melakukan upgrade terhadap pesawat F-16 daripada
  membeli baru. F-16 walaupun lahir dari platform tahun 70-an, namun sudah
  mengusung teknologi fly by wire yang revolusioner pada jamannya. Bahkan
  dengan F-15 yang berdaya pukul lebih hebat, F-16 masih mengusung teknologi
  yang lebih baru sehingga memudahkan untuk mengupgrade di masa depan. 

  Option lain untuk memodernisir TNI AU dengan membeli sukhoi seolah-olah
  lebih murah, namun harus diingat bahwa seluruh infrastruktur TNI AU
  dirancang untuk pesawat buatan AS. Jika TNI AU membeli pesawat AS, maka
  system senjata, rudal, tanki bahan bakar, dan sebagainya bisa menggunakan
  yang sudah ada, sementara pesawat buatan Rusia menggunakan rudal jenis AA
  yang lain sama sekali sehingga harus membeli lagi.

  Salam

  Jovin

Kirim email ke