bukan hanya muda atau tua, tetapi tentu saja negara ini butuh perspektif yang 
lebih maju
dan tentu tidak memiliki "masa lalu" sejarah kelam terlibat dalam penindasan 
rakyatnya.
kerinduan akan munculnya pemimpin yang cakap, muda dan bersih menjadi semangat 
yang tidak bisa diabaikan, lihat saja bagaimana dalam aksi2 penolakan BBM 
kemarin suara itu muncul.

Saya sangat yakin, akan tiba saatnya ketika negara ini dipimpin oleh semangat 
muda danĀ  bersih. suara2 yang mengatakan penolakan terhadap elit parpol (baik 
tua maupun muda) karena mereka terlibat dalam praktek2 kotor politik dan 
terlibat dalam partai2 borjuasi.
lihat betapa masifnya suara : singkirkan elit politik pro kapitalis misalnya 
dalam aksi2 tolak bbm kemarin. ini semacam sinyal awal, bahwa yang muda juga 
kalau ternyata pro kapitalis dan pemodal pasti akan ditolak rakyat.

dan satu hal yang aneh, kalau budiman menolak hadirnya kemungkinan kaum muda 
memimpin saat ini pasti karena takut beda pendapat dengan ibu......

salam,
khi









dunia telah berganti rupa tuk kemenangan kita!

--- On Thu, 6/19/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Spirit Obama Bisa Berimbas ke Indonesia
To: [email protected]
Date: Thursday, June 19, 2008, 6:36 AM










    
            http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 06/19/17130516/ 
spirit.obama. bisa.berimbas. ke.indonesia



JAKARTA, KAMIS - Figur pemimpin muda untuk menjadi calon presiden

Indonesia mendatang mendapat tanggapan dari sudut pandang yang

berbeda. Bagi Presiden PKS, Tifatul Sembiring, spirit Barack Obama

sebagai capres Amerika Serikat bisa berimbas bagi Indonesia. Namun,

bagi politisi muda PDI Perjuangan, Budiman Sujatmiko, kultural Amerika

belum tentu sama dengan semangat politik di Indonesia.



Bagi Budiman, ada beberapa sarat utama bagi figur muda untuk menjadi

pemimpin di Indonesia. Tifatul dalam pemaparannya, semangat

memunculkan figur muda harus sudah disuarakan saat ini. Figur muda

diyakini bisa memberi angin segar bagi sistem pemerintahan ke depan.



"Keinginan harapan bagi figur muda sekarang ini, sudah ada buktinya.

Kemenangan HADE (Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf) dalam Pilgub Jabar,

memberi semangat muculnya figur-figur muda yang lain," kata Tifatul

Sembiring dalam diskusi di Jakarta, Kamis (19/6).



Ia mengklaim, di internal PKS saat ini mayoritas diisi oleh

figur-figur muda yang potensial. "Semangat Barack Obama dalam Pilpres

di Amerika, tentu saja menjadi spirit juga bagi Indonesia," tukas Tifatul.



Namun, bagi Budiman Sujatmiko, semangat Barack Obama itu belum tentu

berlaku di Indonesia. Budiman mengaku salut dengan Barack Obama yang

juga diyakini, akan menjadi pemimpin negara Paman Sam ini. Politisi

PDI Perjuangan ini tidak sepakat bila dikatakan Amerika harus menjadi

kiblat segala-galanya, Barack Obama menjadi argumentasinya. "Amerika

bukan yang secara tiba-tiba mengubah dunia. Segala sesuatunya, tidak

bisa ditentukan oleh Amerika. American dream, belum tentu Indonesian

dream," kata Budiman yakin.



Sosok figur muda yang dibutuhkan Indonesia adalah yang bisa membentuk

institusional building. Tantangannya, mampu merawat image builidng.

"Amerika image builiding-nya oke. Tapi, Indonesia perlu institusional

builidng," kata Budiman.



"Menjadi Presiden (Indonesia) bukan karena banyak uang dan mampu

membuat image, tapi harus mampu membangun jaringan-jaringan di daerah.

Kalau mau jadi presiden, harus bisa memimpin yang kecil dulu. Jadi

pemimpin partai nasionalnya. Salah satu kebangkrutan Indonesia adalah

selalu memilih memimpin yang kaya, tapi kaya karena mencuri," tambah

Budiman Sujatmiko. (Persda Network/yat)




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke