Pak budiman, fenomena obama membuat kita memasuki masa transisi pikiran 
terdahulu. Memang obama memiliki contoh kepemimpinan yang baik (good 
leadership) di saat Amerika� terpuruk dalam arogansinya. tapi Indonesia tidak 
pernah memiliki kepemimpinan yang baik jika kepemimpinan Amerika selalu menjadi 
patokan. Yang bisa kita harapkan yakni hanyalah relasi Indonesia dengan Amerika 
dibawah kepemimpinan Obama.




At 01:40 AM 22-06-08, you wrote:

>Untuk memulai secara sungguh2 melakukan

>perbaikan di negeri ini, maka DALAM SOAL

>BERPIKIR, berhentilah memikirkan hal-hal kecil

>yang remeh, dan mulailah memikirkan hal-hal yang

>besar...NAMUN DALAM BERBUAT, mulailah dari

>melakukan perbuatan yang kecil, sederhana dan

>tampaknya sepele dalam lingkungan terdekat

>kita,�sebelum melakukan perbuatan-perbuatan besar...

>Tapi kebanyakan elite politisi kita berlaku

>sebaliknya: terlalu sering memikirkan hal-hal

>kecil dan remeh, seperti soal eksistensi dan

>popularitas diri serta jabatan sesaat, dan tidak

>berkait dengan soal-soal besar mengenai blue

>print dan road map kebangkitan bangsa

>ini...Sementara itu, dalam berbuat mereka lebih

>suka memulainya dengan perbuatan-perbuatan yang

>secara jalan pintas�diharapkan bisa berdampak

>besar dan luas, seperti mengiklankan diri secara

>masif, menampilkan diri seolah sebagai juru

>selamat dan visioner, namun abai melakukan

>perbuatan-perbuata n yang tampaknya remeh dan

>sepele, seperti bekerja tekun membangun kekuatan

>politik dari lingkungan terkecil dan dari bawah.

>Ini lah kalau boleh mau kita sebut sebagai aspek

>lain dari pelajaran The Obama's Effect.

>Kombinasi karakter yang bisa kita harapkan dari

>seorang calon pemimpin adalah: ia seorang

>pekerja tekun, sekaligus seorang pemikir/pemeluk

>cita-cita besar,serta sabar untuk mau memulai

>segalanya dari perbuatan-perbuatan 'sepele'...

>

>wassalam

>

>Budiman Sudjatmiko�

Kirim email ke