Untuk memulai secara sungguh2 melakukan perbaikan di negeri ini, maka DALAM 
SOAL BERPIKIR, berhentilah memikirkan hal-hal kecil yang remeh, dan mulailah 
memikirkan hal-hal yang besar...NAMUN DALAM BERBUAT, mulailah dari melakukan 
perbuatan yang kecil, sederhana dan tampaknya sepele dalam lingkungan terdekat 
kita,�sebelum melakukan perbuatan-perbuatan besar...
Tapi kebanyakan elite politisi kita berlaku sebaliknya: terlalu sering 
memikirkan hal-hal kecil dan remeh, seperti soal eksistensi dan popularitas 
diri serta jabatan sesaat, dan tidak berkait dengan soal-soal besar mengenai 
blue print dan road map kebangkitan bangsa ini...Sementara itu, dalam berbuat 
mereka lebih suka memulainya dengan perbuatan-perbuatan yang secara jalan 
pintas�diharapkan bisa berdampak besar dan luas, seperti mengiklankan diri 
secara masif, menampilkan diri seolah sebagai juru selamat dan visioner, namun 
abai melakukan perbuatan-perbuatan yang tampaknya remeh dan sepele, seperti 
bekerja tekun membangun kekuatan politik dari lingkungan terkecil dan dari 
bawah. Ini lah kalau boleh mau kita sebut sebagai aspek lain dari pelajaran The 
Obama's Effect.
Kombinasi karakter yang bisa kita harapkan dari seorang calon pemimpin adalah: 
ia seorang pekerja tekun, sekaligus seorang pemikir/pemeluk cita-cita 
besar,serta sabar untuk mau memulai segalanya dari perbuatan-perbuatan 
'sepele'...

wassalam

Budiman Sudjatmiko�


--- On Sat, 6/21/08, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Spirit Obama Bisa Berimbas ke Indonesia
To: [email protected]
Date: Saturday, June 21, 2008, 8:19 AM






Masalah kepemudaan dalam kepemimpinan bukanlah masalah usia. Tapi
masalah pemikiran. Perubahan di Indonesia yang terpenting adalah
perubahan budaya politik, perubahan struktur mentalitas dasar gerak
ekonomi-politiknya dan perombakan secara menyeluruh mafia elitisme
yang mengukung Indonesia.

Hade merupakan contoh bagaimana kaum muda hanya diletakkan sebagai
artifisial dari perubahan yang didorong kaum muda. Saya melihat
hanya gerbong Budiman Soedjatmiko saja yang bisa dipercaya untuk
maju, alasannya cuman satu : Di Jaman Orde Baru dia sudah melihat
kesalahan jalannya negeri ini dan berani menyuarakannya. Ini beda
misalnya dengan Dede Yusuf yang asik main film dan mengartikulasikan
kepemudaannya secara khas Orda Baruis yang hedonistik.

Gerbong Budiman Soedjatmiko hanya bisa maju kalau berhasil menguasai
PDIP, sekarang masalahnya bagaimana menghantam unsur-unsur statis
dan kepala batu di dalam tubuh PDIP lalu menggantikannya dengan
kekuatan BS yang radikal, berwatak kerakyatan dan memiliki domain
revolusi di jalan kiri. Cuma satu jawabnya : KEBERANIAN Untuk Tampil!

ANTON

Hidup Budiman, Hidup Mega, Jayalah Kaum Sukarnois!!! !

Kirim email ke