NImbrung komentar juga,

Semua partai di Indonesia, terutama partai-partai lama punya masalah. Kalau
Budiman masuk partai yang tidak bermasalah justru tidak akan mendapat ujian
perjuangan. Lagian mana ada sih organisasi yang tidak bermasalah?

Perjuangan politik melalui partai, ini adalah kata kunci. Jangan sok naif
melihat partai. Independen-independen itu sok suci. Namanya politik yang
berebut kekuasaan. Kekuasaan di sini posisinya penting untuk diambil
kemudian digunakan sebaik-baiknya. Kekuasaan ibarat pisau, bisa digunakan
untuk kejahatan bisa juga untuk kebajikan.

Budiman tepat masuk ke PDIP karena dari sisi sosoknya budiman kurang pas
kalau masuk Golkar atau partai Islam.
Dengan PDIP yang saat ini figurnya sedang mengalami degradasi, apalagi pada
tahun 2010 dst sosok seperti Budiman sangat penting bagi PDIP.

Kalau saya sih realistis saja. Perjuangan butuh tahapan dan tidak naif
seperti Rizal atau Fadjrul yang belum juga berjuang melalui tahapan
organisasi sudah ambisius untuk dapat kursi presiden. Tapi ya itu baik juga,
tapi agak naif.

Sukarno, Hatta, Syahrir dan para pejuang lama tidak pernah anti partai.
Bahkan di negeri liberal maju semua perebutan kekuasaan dilalui melalui
partai.

PDIP partai tradisional?
Mana sih partai modern? kalau kemasan modern banyak. PAN itu kemasannya
modern, tapi tetap saja bersandar pada basis tradisional muhamadiyah. Kalau
memakai rasionalitas modern, PAN sendiri tidak rasional. Bayangkan,
regenerasi dari seorang Intelektual Amin rais kok lalu turun ke Sutrisno
Bachir yang nota bene pedagang. Habis amin rais ya paling tidak bisa Dawam
Rajardjo, Muslim abdul rahman atau siapa gitu......

PKB? Tradisional banget. sisi-sisi modernitasnya belum begitu kuat, Tapi itu
harus diperjuangkan juga oleh kalangan muda.

Golkar. kemasan modern, tapi modernnya golkar ini sangat konservatif dan
reaksioner. Partai ini sedang mengalami degradasi sekarang karena belum bisa
lepas dari ikatan lama yakni cenderung mengekor pada kekuasaan.

Budiman yang saya tahu dari buku-buku dan pemikirannya adalah sosok yang
percaya akan tahapan. Masa depan masih panjang. Revolusi tidak semudah
membalik tangan. Tahun-tahun 2014, 2019, dst adalah era budiman sudjatmiko.
Teruslah di PDIP dan perkokoh partai. Masa 5-10 tahun mendatang digunakan
untuk konsolidasi dan pembangunan partai yang bagus.

Saya percaya budiman mampu untuk itu......

salam hormat
BS, tinggal di depok




2008/7/27 <[EMAIL PROTECTED]>

>   Ya tanya saja pada seluruh lembaga survei, kenapa PDIP saat ini jadi
> partai tervaforit?
>
> Sent from my BlackBerry(R) wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

Kirim email ke