Rekan2 FPK yang baik � Terimakasih atas sejumlah pertanyaan. Pada saatnya saya akan menjawab secara panjang lebar, sejumlah pertanyaan yang muncul. Hanya ada satu catatan kecil dari saya: Tadinya saya mengira FPK adalah forum di mana para pesertanya memang orang yang benar2 well-informed (apalagi berani mendeklarasikan sebagai forum pembaca salah satu surat kabar yang berkualitas dan berpengaruh di Indonesia). Tapi saya ihat sejumlah posting menunjukkan ada sejumlah members yang tidak cukup mengikuti perkembangan. Misal: tidak tahu ukuran berhasil atau tidaknya sebuah partai (ini menunjukkan sejumlah orang tdk mengikuti berita ttg survey dr berbagai lembaga survey independen yang kredibel dan banyak menghiasa surat kabar), tidak atahu apa itu tolok ukur kinerja sebuah pemerintahan (ttg indikator ekonomi, pengurangan kemiskinan dan sebagainya). Nah, hal-hal yang sebenarnya elementer ini, seringkali tdk dijadikan acuan, sehingga yang sesekali muncul adalah demagogi, retorika, dan sinisme yang tdk didasari argumentasi. Kita bisa berbeda pendapat bahkan beda ideologi, entah itu kapitalisme, liberalisme, fasisme, nasiononalisme atau sosialisme...tapi sinisme bukanlah ideologi. Itu lebih mirip seoran anak kecil yang berdiri di pinggir jalan, ikut menyaksikan arak-arakan...tapi bukan mengapresiasi arak-arakan yang menarik atau memberi kritik jika arak-arakannya kacau balau...yang dilakukannya hanyalah melempar kulit pisang ke jalan yang dilintasi� arak-arakan. �Ini sebagai pengantar, setelah itu akan saya jawab sejumlah pertanyaan yang muncul. Terimakasih � wassalam � Budiman Sudjatmiko
--- On Sun, 7/27/08, Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Tanya buat Bung Budiman S was: POLITIK KAUM MUDA DAN IDEOLOGI NASIONAL To: [email protected] Date: Sunday, July 27, 2008, 5:17 AM krn email ini ditujukan juga pd rekan rekan fpk, boleh domg saya yang bukan Budiman komen sedikit Mbak Natal mungkin salah dalam menilai Mega sudah gagal, dibanding 3 tahun pertama SBY, maka di 3 tahun pemrintahan Mega praktis semua pencapaian indikator makro sudah di capai di jaman Mega bahan di jaman Mega lebih baik Ambil contoh kurs dollar, tingkat inflasi, tingkat kemiskinan , tingkat SBI , tidakimpor beras, dan banyak lagi. Persoalannya pemilih nggak sabaran, dan pimir itu gak cukup, lalu ganti... , malah haislnya lebih jeblok. Nggak suka Mega krn jual Indoesat, malah SBY jual lebihbanyak lagi.. Nggak suka ada kemskinan , malah dlm 3tahun pertama jelas jumlah rakyat miskin di era SBY bertambah.. dalam soal penanganan korupsi pun sejatinya, KPK terbentuk dijaman Mega, lalu pengadilan thd gubenrur ( Aceh ), menteri /pejabat tinggi ( Akbar Tanjung ) maupun anggota parlemen ( DPRD di sumbar ) sudah dilakuka ndi masa Mega. Bahwa kini ad apeningkatan, dsarnya memang sudah di buat duluan.. Kalau soal Taufik Kiemas, ini sy sering dengar Romour , tapi belum lihat bukti..., Keluarnya Laks dan boss Medco dan lain lain, mungkin malah bagus utk membuat PDIP kembali ke jati dirinya sbg pejuang kaum marhaen. kIta lihat aja , apa PDP nya Laks atau PDIP yg akan berhasil meraup suara konstituen nya PDIP ditahun 1999 - 2004 . Tapi mbak Natal benar sekali.. teliti sebelum membeli.., nah saya sudah tambahkan beberap abahanutk penelitian, pertanyaan yg utuk Budiman ya tentunya akan di jawab Budiman, walau sejatinya dia sudah memberi penjelasan. HS
