Ada orang bilang vox populi vox dei. Dan populi itu tidak semua juga
sistimatis dan berpengetahuan seluas kalangan yg lain.
Namun apa yg disuarakan ada baiknya didengar dengan legowo pula..
Dilain pihak populi ini sebaiknya tentu selalu meningkatkan pengetahuan,
teknik menuangkan jalan pikiran yg baik.

Kalau tidak salah ini tulisan Selo Soemardjan, kalau keliru maafkan dan
tolong dikoreksi.

Pagi pagi sekali Prof SS mlaku mlaku di desa dekat Yogya yg cukup jauh
dari daerah urban.
"Selamat pagi pak" tegur Prof SS kepada seorang petani yg sedang manggul
pacul di jalan diluar desa.
"Oh Selamat pagi"
" Gimana pak keadaan sekarang, apa mencukup untuk menghidupi keluarga?"
lanjutnya bertanya.
"Oh cukup sekali pak, terutama kalau ga ada pembangunan" jawab pak tani.
" Oh koq gitu pak, bukannya sekarang karena pembangunan makanya kita
bisa dapat pupuk, bibit, penyuluhan, puskesmas, sekolah?"
"Oh gini, pak, kala ada pembangungan kami tidak bisa kesawah, semua
mesti ikut pembangunan"

Lha akhirnya Prof SS mengerti bahwa Pembangunan= gotong royong, proyek
desa atau pak lurah. Istilah nya udah beda definisi.
Pembangunan bagi rakyat hampir seperti Culturstelsel. Disuruh gotong
royong mbangun jalan, mbenerin jembatan, irigasi, perbaiki kantor bahkan
"sang prabu" didesa.

Intinya sekali lagi alangkah indah dan baik sekali bila pemimpin (calon
pemimpin) mau mendengarkan suara suara di akar rumput yg pernah
ditinggalinya terlepas ngomongnya masih ngawur.
Pembisik, lobbyist, akademisi, ilmuwan yg hebat hebat gempita akan
banyak bertabur nebar pesona bila sang pemimpin sudah manggung.

Saat ini kenyataan setelah 63 thn "merdeka, dan akibat "pembangunan"
pendidikan disemua kalangan minimal, pendidikan akademis/teknis maupun
pendidikan rohani, mentalitas.
Rakyat kebanyakan saya pikir otodidak, antara lain ya lewat milis milis
tempat belajar semua kalangan yg bisa akses internet. Dan otodidak ini
yg harus dianut rakyat krn tidak bisa mengharapkan banyak dari penguasa
negeri.

Filosofi di Wikipedia  yg mengajak orang utk berkontribusi tanpa takut
salah, disalahin dicuci maki ada baiknya di pakai karena disana yg lebih
faham, lebih tahu akan membantu menambahkan, memberikan nilai lebih. 
Ini boleh diadopsi prinsipnya.

Forum forum ini berfungsi juga memberikan pendidikan tanpa menggurui,
tanpa harus menyalah nyalahkan, atau memberi label label attribut yg
dangkal. Sang murid tentu seyogyanya belajar betul betul dari kesempatan
emas yg diberikan internet ini.

Kalau alur pikir saya cetek bin dangkal dan salah tolong dibenerin,saya
akan sangat senang sekali.

Salam dan doa utk bangsa kita, semoga 100thn Kebangkitan Nasional kita
fahami lebih dari lampu lampu laser panggung di JCC, atau pin merah
putih dikrah leher jaket.

th
(masih buang kulit pisang ditempat sampah, dan ingin setiap hari belajar
mendapatkan pengetahuan dari yg piawai)



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke