Saya sependapat dengan Bung Hudan. Hal yang terpenting dimiliki seorang pemimpin menurut saya bukanlah pasukan tentara yang didambakan Brigjend Anton Anticelli dalam strategi simulasinya, tapi kemampuannya untuk melihat dari atas dan dari bawah, dari kiri dan dari kanan, dari depan dan belakang. Itulah ajaran kakek saya dulu. Artinya apa? artinya adalah kemampuan untuk melihat semua isyarat komunikasi dari orang lain dengan jernih, tanpa terburu untuk menghakimi. Kemampuan tsb. bisa dimiliki, kalau seseroang memiliki keteduhan jiwa. Dan keteduhan jiwa adalah hasil pengendalian diri.
Bung Budiman bercita-cita jadi anggota DPR. Saya pikir, tak ada kemampuan yang lebih penting dimiliki seorang wakil rakyat selain kemampuannya untuk mendengarkan dengan jeli dan secara tepat pula menangkap makna isyarat komunikasi yang diungkapkan rakyatnya, entah mereka itu memiliki pemahaman yang cukup atau minim terhadap situasi, entah bahasa yang mereka gunakan itu manis di dengar atau menyakitkan hati. Bung Budiman adalah sosok orang muda penuh semangat, idealis, kritis dan berani. Juga bung Fajroel. Saya kagum dengan anda semua. Maju terus dan tetaplah terbuka untuk belajar dan berlatih, terutama mengenai tiga hal dasar, yaitu: pengendalian diri, kedua juga pengendalian diri, dan ketiga, masih juga, pengendalian diri. Kakek saya pernah mewanti-wanti saya, "hanya mereka yang berhasil melatih pengendalian diri yang berhasil jadi pemimpin. Gagal dalam pengendalian diri seorang pemimpin akan bermutan menjadi pemangsa," katanya. Salam Mulyadi
