Budiman yang baik, menurutku malah sebaliknya. saya nyaris membacai semua 
posting
di sini. Juga posting di milis jurnal perempuan, misalnya. tentu saja milis
apresiasi sastra. sengaja saya menyebutkan dua milis ini, karena, kalau sastra,
itu kan ranah yang "terpinggirkan", sedang jurnal perempuan, itu sebuah "potensi
kaum perempuan" dalam ikut menentukan wacana publik. lihatlah kengototan dan
wacana mereka tentang ruu pornografi misalnya. atau soal-soal perempuan pada
umumnya dalam kaitan dengan hidup berbangsa.

nah, khusus di milis forum pembaca kompas, saya malah melihat mereka justru
sangat mengerti keadaan. bahwa ada sinisme dan sebagainya itu, itu adalah reaksi
orang-orang yang sudah jenuh dengan keadaan. bahwa realitas sering atau bisa
tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. terutama realitas yang diungkapkan di
media massa. misalnya survey yang sering dipertanyakan keakuratannya karena
berbagai motif yang sering diungkap di milis ini.

saya selalu menangkap nyawa kata-kata, budiman. bahwa nyawa kata-kata di sini,
apapun ekpresinya, sebenarnya adalah kerinduan akan adanya orang yang bisa
mengubah keadaan.

cobalah perhatikan semua posting-posting itu, di balik sinisme dan ungkapan
lain, sebenarnya mereka itu mendukung, atau lebih tepat berharap, bahwa orang
seperti anda dan fadjroel itu bisa berperan lebih dalam menentukan policy publik
secara formal.

apakah artinya? artinya mereka inginkan kalian memegang kekuasaan formal, agar
bisa merealisasikan ide-ide yang menjadi harapan itu.

lihatlah bung anton itu, yang begitu fanatik mendukungmu. sampai "bertengkar"
dengan semua kawan-kawannya guyon di milis ini.

justru kalau kita liat akhir-akhir ini, milis ini malah benar-benar menunjukkan
nuraninya terhadap keadaan. belum pernah saya melihat tiba-tiba hati miliser ini
seolah terbuka semua akan pilihannya atau pengelihatannya pada sebuah harapan
akan perubahan.

jadi, menjadi latihan pula pelbagai ekpresi di milis ini, untuk mereka yang
benar-benar menyiapkan diri menjadi pemimpin formal.

misalnya, saya mencatat satu hal, bahwa anda dan fadjroel memposting sendiri
tulisan kalian di sini. bagi saya pribadi, itu nilai plus.

mengapa? ya lihatlah sendiri sejarah: apakah sukarno itu, misalnya,
tulisan-tulisan besarnya dibuatkan oleh orang lain? Tidak. mereka membuat
sendiri tulisannya.

mungkin soal seperti ini sepele nampaknya, tapi bagi saya ini sebuah gejala yang
bisalah kita raba, akan kepedulian seseorang kepada masyarakat itu sebenarnya
seperti apa.

justru sebenarnya, yang ingin kita lihat adalah, bahwa potensi-potensi muda itu
bersatu, saling merapatkan diri, karena, bukankah luar biasa kuat tembok yang
sedang dihadapi.

nah, milis seperti ini, adalah kaki yang penting. mengapa? bukankah ide itu
sendiri ada kakinya?

Sebuah akselerasi ide, pada gilirannya akan menjadi bola salju.

Jadi betapaun milis adalah varian dari semua varian, tetaplah dia menjadi
potensi yang kuat kalau kita bisa menyemaikan sikap simpati, memberikan argumen
dari sudat common sense, sehingga sebuah kepercayaan publik bisa kita raih.

sesuatu yang sukar memang, karena sejarah selalu menunjukkan kenyataan yang
sering sebaliknya.

tapi apakah yang kita punya lagi, selain harapan?

majulah fadjroel, majulah budiman. banyak orang yang percaya dan mendukungmu,
walau dengan reaksi dan ungkapan yang berbeda.

hudan hidayat







--- On Sun, 7/27/08, Budiman Sudjatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Budiman Sudjatmiko <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Tanya buat Bung Budiman S was:  POLITIK 
KAUM MUDA DAN IDEOLOGI NASIONAL
To: [email protected]
Date: Sunday, July 27, 2008, 10:35 AM


"Tadinya saya mengira FPK adalah forum di mana para pesertanya memang orang 
yang benar2 well-informed (apalagi berani mendeklarasikan sebagai forum pembaca 
salah satu surat kabar yang berkualitas dan berpengaruh di Indonesia).. Tapi 
saya ihat sejumlah posting menunjukkan ada sejumlah members yang tidak cukup 
mengikuti perkembangan. Misal: tidak tahu ukuran berhasil atau tidaknya sebuah 
partai (ini menunjukkan sejumlah orang tdk mengikuti berita ttg survey dr 
berbagai lembaga survey independen yang kredibel dan banyak menghiasa surat 
kabar), tidak atahu apa itu tolok ukur kinerja sebuah pemerintahan (ttg 
indikator ekonomi, pengurangan kemiskinan dan sebagainya)."

wassalam



Budiman Sudjatmiko

Kirim email ke