http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/30/17532582/kpi.peringatkan.tayangan.kebanci-bancian

JAKARTA, SABTU - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengancam akan
memberi peringatan bagi reality show yang menayangkan sosok
"kebanci-bancian" jika tidak memperbaiki tayangannya. Hal tersebut
disampaikan Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja, saat dialog publik
Tampilan Dengan Kebanci-Bancian di Televisi Kita, di gedung Badan
Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Jakarta, Sabtu (30/8). "Ini teguran
keras untuk semua stasiun televisi agar tidak lagi menayangkan yang
kebanci-bancian," katanya.

Menurut Sasa, saat ini hampir semua stasiun televisi menayangkan
reality show dengan sosok kebanci-bancian. Berdasarkan pantauan KPI,
stasiun televisi yang banyak menayangkan reality show dengan sosok
kebanci-bancian, yakni Indosiar, Trans TV, Trans 7, dan TPI. Sedangkan
tayangan yang dinilai terlalu mengeksploitasi sosok ini, yakni
Ekstravaganza (Trans TV) yang menayangkan Tora Sudiro dan Super Mama
(Indosiar) dengan presenter Ivan Gunawan. Dalam tayangan tersebut,
Ivan Gunawan akrab disapa dengan Madam Ivan.

Tokoh banci yang diperankan Tora Sudiro di Ekstravaganza dinilai
kurang tepat. Dalam salah satu episode, menayangkan seorang pria (Tora
Sudiro) dengan tubuh penuh tato, namun mengenakan rok mini. Sambil
duduk di sofa, Tora menerima penelpon layaknya acara kuis. Namun,
karena penelpon tak kunjung datang, Tora mulai jengah dan membuka
kedua kakinya. Kamera terlihat menyorot Tora yang duduk ngangkang
dengan celana menyembul di balik rok mininya. Kamera kembali menyorot
Tora yang menggunakan kertas sebagai kipas untuk mengipasi
kemaluannya. "Ini jelas tidak sopan untuk ditayangkan. Dan kita akan
menegur keras," kata Sasa.

Saat ini, Sasa mengaku, KPI sedang melakukan pantauan dan kajian
terkait hal tersebut. "Ini khusus untuk reality show. Kalau sinetron
dan fiksi tidak," ujar Sasa.

ANI


Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network 

Kirim email ke