Lho? Katanya jangan ke mana-mana? Diajak ngomong sinetron, bawa-bawa korupsi. 
begitu diladenin ngomong korupsi, sekaran ngeles dan ngelempar tuduhan 
korupsinya ke orang lain? Lha opo hubungane, Mas?
�
Yang bikin saya mesem-mesem, kenapa kok nyeplos korupsi, tapi rujukannya ke 
orang lain? Sambil ngeles: "tidak harus mengacu ke saya, tapi ke orang yang 
suka korupsi". Hihihi. Eh,ngomong-ngomong, masih punya laptop satu lemari, 
nggak? Kaya banget ya PNS di LIPI bisa beli laptop satu lemari (bukan mau nuduh 
korupsi lho ya; yang korupsi kan orang lain).
�
Ah, jadi lupa urusan sinetron. Pinter banget nih Anda mengalihkan perhatian 
saya. Nggak heran ya, wong periset kaliber internasional, jagoanlah kalo soal 
alih-alihkan perhatian.
�
Ayo, situ udah kadung nimbrung mau kasih contoh sinetron yang betulan tentang 
hidup waria dengan pemeran yang bukan belagak "banci-bancian" tapi waria tulen. 
Mana contohnya? Kalo udah, boleh deh kita nanti ngobrol soal korupsi lagi :))
�
manneke

--- On Tue, 9/9/08, thseto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: thseto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: KPI Peringatkan Tayangan "Kebanci-bancian"
To: [email protected]
Received: Tuesday, September 9, 2008, 1:52 AM






iya deh, anda bener. seneng kalau saya katakan begitu? xixixixxix.. .....

repot diskusi dg org yg pemahaman bahasanya kacau balau begitu.
1. ...."begitu juga" dg org yg suka korupsi....
maka itu tidak harus mengacu ke saya. tetepi ke org yg suka korupsi.

2. kalau contoh itu tidak juga bisa anda mengerti ya saya maklum
kenapa otak anda tumpul ketika KPI memberikan alasan ttg sinetron.

ternyata.... ..

Kirim email ke