Ooooo, jadi situ korupsi toh? Waduh, maaf, maaf. Kalo gitu, lahan Anda trak 
akan saya ganggu. Silakan lanjutkan, hehehe.

Kembali ke contoh: pertanyaan awal: kenapa reality show dilarang menampilkan 
akting "kebanci-bancian" sementara sinetron yang melakukan hal serupa tidak 
dilarang?

Ngerti enggak pertanyaannya? Mestinya sih Anda ngerti ya, wong periset 
internasional kok. Tapi, contoh yang diberikan untuk mendukung alasan kenapa 
sinetron tak dilarang adalah meleset total tal tal tal. Dalam "Dari Yoga ke 
Olga", jelas pemeran utamanya berperan "kebanci-bancian". Lho, kok kaga 
dilarang kaya reality show? Jelas nggak, Om?

Lalu contohmu ini fungsinya apa? Malah mengukuhkan kekacauan pikiran KPI toh? 
Bukan memperjelas perbedaan antara reality show dan sinetron. Ayo, belajar 
riset lagi yang rajin, biar pemikirannya makin tajam.

manneke

--- On Tue, 9/9/08, thseto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: thseto <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: KPI Peringatkan Tayangan "Kebanci-bancian"
To: [email protected]
Received: Tuesday, September 9, 2008, 1:04 AM






hahahaa..... emang beitu, orang galak itu biasanya ga suka kl ada org
lain galak. begitu juga org yg suka korupsi juga ga suka org lain
korupsi. kalau yg lain ikut2an nanti efeknya sangat terasa dan
merugikan. kalau sendiri kan ndak apa2... kali.

contoh itu untuk mengencerkan otak yg lagi buntu. sehingga bingung
kenapa reality show akan ditindak sedangkan sinetro tidak. ya
barangkali begitulah pemikiran orang KPI. bisa nangkap gak ya kira2...

jadi itu jawaban atas masalah awal trid ini, gak usah ditarik kemana2.

Kirim email ke