hahahaa..... emang beitu, orang galak itu biasanya ga suka kl ada org lain galak. begitu juga org yg suka korupsi juga ga suka org lain korupsi. kalau yg lain ikut2an nanti efeknya sangat terasa dan merugikan. kalau sendiri kan ndak apa2... kali.
contoh itu untuk mengencerkan otak yg lagi buntu. sehingga bingung kenapa reality show akan ditindak sedangkan sinetro tidak. ya barangkali begitulah pemikiran orang KPI. bisa nangkap gak ya kira2... jadi itu jawaban atas masalah awal trid ini, gak usah ditarik kemana2. --- In [email protected], manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wuahahaha, buat kawan lama, Bung Seto, yang anti-orang galak tapi gualaaaknya bukan maen, > � > Dari Yoga ke Olga itu pemeran utamanya Yoga (Olga) Syahputra yang memang sering membawakan peran "kebanci-bancian", tapi dia sendiri lebih dari sekali menampik kesan/dugaan/anggapan bahwa dia adalah waria. > � > Berdasarkan ini, maka bisa diasumsikan bahwa Yoga berperan waria hanya sebagai panggilan pekerjaan dalam kapasitasnya sebagai entertainer. Sisi yang ditonjolkan pun lebih berat ke lulcu-lucuan alias aspek komedi, lagi-lagi dengan memanfaatkan "perbedaan" waria dengan kaum "normal" daripada keunikan atau kelebihan mereka, dan juga "kenormalan" mereka sebagai manusia ciptaan Tuhan seperti orang-orang lain pada umumnya. > > Coba dong carrin contohnya yang bener. Kasian dong sama diri sendiri, udah ngomel-ngomel ke orang, eh contohnya nggak terlalu pas lagi. > > manneke
