terlalu gegabah mengatakan kompas menjadi corong anti kebijakan 
monopoli.  kompas berupaya objektif dgn mengcover berita dari dua 
pihak. 
saya berpendapat kita jangan terjebak dgn isu menghapus monopoli 
karena membuka impor lain juga bisa berarti membuka monopoli baru. 
isu pmk juga juga perlu diperhatikan walaupun tidak perlu 
berlebihan, karena isu bisa berganti setelah isu halal dan tidak 
halal impor daging  dari selandia baru. 
terlepas masalahnya yg penting adalah kepentingan konsumen yg bisa 
mendapatkan harga daging murah dan sehat dan bukan kepentingan lain 
termsuk kepentingan perternak lokal dll. 

jangan sampai demi peternak lokal, demi bebas pmk, demi umk tetapi 
ujungnya konsumen yg paling dirugikan. 


sohib
===========================================
--- In [email protected], Haniwar Syarif 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rupanya Kompas masih memposisikan dirinya menjadi corong  anti 
> rencana kebijakan Menteri Pertanian utk menghapus monopoli 
> impor   dgaing , dgn menakut nakuti   soal PMK. dan dgn berita yg 
gak 
> pernah balance
> 
> Jubur nya tetap Suhadji yg mantan dirjen dan   Nabgku ssItepu dan 
> tentu aosiais terkait
> 
> 
> Hari ini di Kompas ada lg beritanya ,  , yg tentu saja 
> banyakboongnya, sayang MAS gak pernha mau memuat dr sisi lain 
kecuali 
> ornag ornag ini terus.
> 
> 
> Coba lihat satu barius aja :
> 
> "Berdasarkan perhitungan IVW, total kerugian akibat wabah PMK yang 
> berlangsung lebih dari 100 tahun diperkirakan mencapai Rp 11,6 
triliun "
> 
> itu rugi 100 tahubn
> 
> bayang kan rugi takyar Inbdonesia 100 tahun , kalau harus beli 
dging 
> lebih mahal Rp.20.000 aja dr seharus nya
> 
> ini itungannya , konusmi perkapota 1.7 kg , jumlah rakyat 240 
juta , 
> mak apertahun ; Rp.20.000 X 240.juta X 1.7 =  
rRp.8,160.000.000.000, 
> kalau cuma 30 persen yg diimpor , jumlah kerugian pertahun 
> Rp.  2.720.000.000.000. Berapa jumlah  nya utk  100 tahun ???
> 
> 
> Kalau ini riil, bisa di kalkulasi sederhana.
> 
> 
> Cona suruh mrk kalkulasi angka mrk pastilah penuh asumsi gak 
je;las.
> 
> Yang bagi saya aneh..,kenapa sih Kopmpa s satu stau nya korna yg 
> secara gak   berimbang memberitakan ini .
> 
> 
> 
> Ada apa Pak Andi Surudji ?/
> Ucapab   bebas PMK adalah prestasi monumental , itu apa maknanya 
sih 
> .. ? bhw krn prestasi itu rakyat jadi suash harus beli mahal, dna 
> peternakan sapi kita terus terpuruk..
> 
> 
> Ayo pak Surudji jawab pertanyaan saya.
> 
> 
> 
> HS
>


Kirim email ke