Mas Sohib.

dlm kasus yg saya ajukan  ..

jelas banget tuh  KOmpas gak cover both side secara berimbang

kelihatan banget kecenderungan berpihak pd Suhadji cs..dan  berusaha 
memojokkan kebijakan mentan dgn tidak pernah memuat kenapa Mentan mau 
ambil kebijakan itu.

alasan  utamanya bukan pada dpt harga lebih murah, tapi lebih krn 
kebijakan selama ini ketinggalan jaman shg menimbulkan monopoli.

  Fakta nya adalah  bhw OIE (orgnasasi kesehatan hewan dunia ) memang 
membenarkan impor dr daerah yg punya zone bebas   penyakit PMK

dan pastinya para pakar organisasi kesehehatan hewan dunia bukan 
orang bodo, malah pastinya banyakyg lebih pintar dr Suhadji

Kompas juga gak pernah mengangkat kenyataan bhw bahkan Australia, dan 
New Zealand ( dua negara bebas PMK ) juga  impor dr Brazilia.


pastinya Kompas gak pernha m,enyebut kenyataan bhw Brazil saat ini 
adalah eksportir  daging sapi terbesar didunia, dan berbeda dgn 
ekspor susu Cina, sampai hari inigak ada yg komplai n kena penyakit.


Pastinya Kompas gak pernah memuat pendapat Prof Dr Malole yg 
mengatakan impor daging dr zone bahkan kompoartmen yg bebas dr  PMK 
adalah aman..  Tentunya dgn mengikuti protokol yg ditentukan OIE.


O ya  didunia ini.. soal  status  negara bebas atau gak bebas PMK gak 
penting lagi.. yg penting risk assesement , lalu adanya safety 
assurance ,dan trace ability.  Ketika para pakar melihat bhw itu 
semua ada  ya sudah, gak peduli hanya satu slaughter house  saja yg 
bisa memastikan bhw  semua produk yg dikeluarkannya adalah pasti aman 
dan sehat. maka orang  boleh  mengimpor dr situ.

Slaughter house spt iIni yg disebut Compartment free.PMK


Nah bahkan Brazil sudah sampai pada zone free , yg wilayahnya bahkan 
jauh lebih luas dr negara New Zealand..

Disekeliling zone itu harus ada buffer zone yg memastikan bhw sapi yg 
mungkin berpenyakait dr luar wilayah itu gak bisa masuk ( mana pernah 
Kompas cerita ttg ini ??)


Lalu apa sih arti wilayah.. memangnya jika negara yg zone free? , 
apakahjika mrk  mendeklariskan dirinya sbg negara terpisah, sehingga 
jd country free baru bisa ekspor.

Gak logis kan.. wong gak ada bedanya ... , kecuali memerdekakan 
diri.. daerahnya ya tetap bgt kok..


Nah kalau orang melalui risk assement yakin bahwa  ada safety 
assurance dan ada traceability shg selalu bisa dijejaki kembali kalau 
ada maslaah.. lalu kita impor dr situ  .. baru pendpaat orang pintar yg logis.



Kompas juga gak mau mengerti dan tidak pernah mengemukakan bhw selama 
ini daging asal India terus masuk di Kalimantan dan Sumatra  yg 
diselundupkan dr Malaysia.  .  Tapi apa faktanya... apakah telah 
menyebabkan sumatra dan Kalimantan terkena PMK... nggak kan  ??

  Padahal India hanya punya kompartmen bebas belum zone bebas.


Semua diatas itu gak ada di Kompas, sebaliknya dalam seminggu  , 
setelah surat pembaca Dubes Brazil, ada 4 artikel MAS yg semuanya 
miring.. Bayangkan Sisi lain hanya boleh masuk di   Surat Pedmbaca , 
hanya spy kalau dituntut bilang sdh beri hak jawab. . an dalam 
beritanya sendiri yg gedenya paling gak 2 kolom  cuma penentangan pd 
rencana kebijakan mentan.


Buat Mas Patrick.., saya gak sembarangan bela Mentan, krn yg saya 
ajukan ada argumennya.. Katakanlah kebenaran walau siapa [un yg 
engucapkannya. masa kalau Mentan sy anggap benar nggak boleh di bela.


HS

At 10:13 PM 05-10-08, you wrote:


>walaupun anda menambahi embel2 mantan reporter dibawah nama anda,
>tidaklah otomatis pendapat anda itu valid bahwa kompas kurang
>profesional karena tidak memuat both sides.
>apalagi kuliah anda mengenai cover both side sangat normatif
>sekali, sebagai reporter anda tahu bahwa di lapangan 1 + 1 tidak
>harus 2.
>demikian pula media bukanlah berdiri di tengah atau sebagai wasit
>pertandingan tetapi media harus berpihak kepada kepentingan publik.
>jika demi hak asazi koruptor maka media memuat pernyataan konyol
>pembela koruptor yg menganggap publik tolol2 gampang dikibulin, maka
>bukan pengacara nya yg ditertawai publik tetapi medianya yg
>ditertawai publik kok demi cover both sides mau digoblokin pembela.
>demikian pula jika media yg mendapat informasi sesuatu yg
>membahayakan publik (umapama instalasi nuklir bocor), jika diminta
>konfirmasi ke pejabat yg berwenang tetapi pejabatnya no comment dan
>karena cover both sides tidak memuat berita tsb dan terjadi benar
>bahaya utk publik maka reporter dan media bertanggung jawab secara
>moral.
>kasus cover both side ini jelas pd kasus tempo vs tommy winata.
>tempo sudah minta waktu utk konfirmasi, tetapi tidak diindahkan oleh
>tw. dalam persidangan tw bersaksi tidak pernah dihubungi, tempo
>mempunyai bukti pernah menghubungi tw. saya salut dgn tempo utk
>terus memuat berita tsb walaupun ybs tidak memberikan respon thd
>konfirmasi. kepentingan publik thd akses informasi tidak boleh
>dikorbankan oleh narasumber yg tidak mau memberikan konfirmasi dan
>tidak alasan utk tidak memuat berita yg ada
>kepentingan publik hanya demi cover both sides.
>
>sohib
>mantan penjual koran

Kirim email ke