justru sy berpendapat Kompas tidka objektip.

yg disiarkan cuma dr sudut  nya   Mangku , Siswono, Suhadji..sedang 
alasan Mentan utk merasa bhw pembukaan ini aman tidak pernah di 
mauskkan dlm berita.

Yg ada cuma, Menteri spa bertanggung jawab. mislanya

ya dia pasti siap bertnaggung  jawb.., tapi mengapa atau apa 
argumennya shg bernai punya inisiatip ini , nggak pernahmasuk koran 
Kompas. Dikesankan hanya karena  ..dr Brazil lebih murah.


Padahal.. yg benar dia lbh murah dan tetap aman  halal..

Nah kenapa Menteri berpikir ini aman halal  dan sehat tidak pernah 
diuraikan oleh Kompas.


HS

At 10:08 AM 03-10-08, you wrote:


>terlalu gegabah mengatakan kompas menjadi corong anti kebijakan
>monopoli. kompas berupaya objektif dgn mengcover berita dari dua
>pihak.
>saya berpendapat kita jangan terjebak dgn isu menghapus monopoli
>karena membuka impor lain juga bisa berarti membuka monopoli baru.
>isu pmk juga juga perlu diperhatikan walaupun tidak perlu
>berlebihan, karena isu bisa berganti setelah isu halal dan tidak
>halal impor daging dari selandia baru.
>terlepas masalahnya yg penting adalah kepentingan konsumen yg bisa
>mendapatkan harga daging murah dan sehat dan bukan kepentingan lain
>termsuk kepentingan perternak lokal dll.
>
>jangan sampai demi peternak lokal, demi bebas pmk, demi umk tetapi
>ujungnya konsumen yg paling dirugikan.
>
>sohib

Kirim email ke