Indonesia belum pernah sungguh-sungguh tumbuh menjadi negara dalam arti sempit maupun luas. Sebab tugas negara adalah melindungi rakyatnya, memfasilitasi kebutuhan rakyatnya. Dan sejak dipraklamasikan kemerdekaannya, Indonesia belum pernah melaksanakan tugas elementer sebagai negara.
Jadi pernyataan "sedang menuju negara gagal" salah alamat. Semua peritiwa di negeri ini, korupsi di istana, parlemen, yudikatif, mutilasi di mana-mana, pembunuhan di ruang pengadilan, merupakan dampak dari keberadaan Indonesia yang tidak pernah menjadi sungguh-sungguh negara. Tugas kita (istimewa majelis FPK) untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara. Sebab saya bisa klaim bahwa (hanya) kita yang sudah bangun jiwanya, jiwa Indonesia...! Tapi badan kita belum dibangunkan. Jiwa kita yang sudah bangun ini yang menggerakkan kita menulis di milis ini. Tapi badan kita masih teronggok lunglai. tak berdaya. Belum sanggup bangkit dan berjalan bersama mengekpresikan sikap jiwa kita. Tapi saya percaya, pada saatnya nanti, kita bisa bangkit dan bergerak bersama: melawan kedzoliman penguasa, melawan pembodohan penguasa, melawan...! Salam! Adhie M Massardi --- On Tue, 10/21/08, Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pembunuhan di ruang Pengadilan Negeri Jakpus ! To: [email protected] Date: Tuesday, October 21, 2008, 7:11 PM Dear kawan-kawan FPK, Tadi malam saya menyaksikan siaran berita dibeberapa media elektronik/TV yang memberitakan peristiwa pembunuhan yang terjadi diruang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, usai persidangan atas sebuah perkara. Menurut berita tersebut dalam peristiwa itu 1 orang korban tewas ditempat kejadian dan 1 orang lagi terluka parah akibat tertusuk benda tajam (dalam siaran gambarnya terlihat petugas yang sedang mengevakuasi jenazah korban yang tewas maupun korban yang terluka) Fenomena apa lagi ini atas negeri kita tercinta Indonesia ? Apakah kejadian/peristiwa tsb mengindikasikan negara kita tercinta Indonesia Raya ini sedang menuju menjadi negara gagal ? Salam hangat, Suhaimi [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
